Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Keamanan di Wilayah Perbatasan RI-RDTL Kondusif
NTT NEWS

Keamanan di Wilayah Perbatasan RI-RDTL Kondusif

By Redaksi17 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Camat Bikomi Nilulat, Marcel Sara,S.Pt
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Kondisi keamanan di wilayah perbatasan RI- Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) sejak beberapa tahun terakhir kondusif tanpa ada gejolak.

Itu tepatnya di Kecamatan Bikomi Nilulat Kabupaten TTU  yang berbatasan langsung dengan distrik Oekusi (RDTL).

Hal ini ditandai dengan interaksi sosial baik itu dalam setiap acara adat maupun transaksi ekonomi yang cukup intensif.

Apalagi didukung oleh kesamaan kultur budaya antara warga kedua negara itu.

“Banyak orang di luar sana selalu bilang kalau kami yang di perbatasan selalu ribut, ributnya di mana? Setiap acara adat atau pesta orang dari Oekusi selalu hadir bahkan Camat dari Oekusi juga berapa tahun terakhir selalu hadirin undangan perayaan HUT RI di sini kok,” tegas Camat Bikomi Nilulat, Marcel Sara saat diwawancarai VoxNtt.com di ruang kerjanya sesaat sebelum upacara perayaan HUT RI ke-72 Kamis(17/08/2017).

Alumni Fakultas Peternakan Undana tersebut mengisahkan bahwa setahun yang lalu di wilayahnya kedatangan beberapa orang mahasiswa dari negara Swedia.

Para mahasiswa itu datang untuk melakukan penelitian terkait kondisi hidup masyarakat perbatasan RI-RDTL terutama di wilayah yang dipimpin Marcel.

Pasalnya, di Benua Eropa tersebar isu bahwa kondisi keamanan di wilayah perbatasan RI-RDTL dalam keadaan genting.

Usai mendengar maksud dan tujuan kedatangan para mahasiswa Swedia tersebut,lanjut Marcel, dirinya langsung mengajak mereka menghadiri acara adat.

Saat acara adat kala itu turut hadir warga dari Negara Timor Leste.

Hal tersebut guna menunjukkan bahwa kondisi keamanan di perbatasan RI-RDTL sebenarnya dalam keadaan aman.

“Saya ajak mereka(mahasiswa Swedia) untuk ikut hadiri undangan karena biasanya ada orang dari Oekusi juga hadir,saat mereka lihat kenyataan kalau kami disini aman saja akhirnya mereka paham kalau isu yang berkembang di Eropa itu tidak benar,” jelas Marcel.

Terpisah, Komandan Pos Baen dari Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Letda Ini Hernan kepada VoxNtt.com usai upacara perayaan HUT RI di kantor Camat Bikomi Nilulat mengungkapkan di kecamatan itu terdapat 5 pos perbatasan.

Kelima pos batas tersebut diantaranya pos Baen (desa Nainaban),Pos Nilulat (desa Nilulat), pos Ninu (desa Inbate) pos Inbate (desa Inbate), serta pos Haumeni’ana (desa Haumeni’Ana).

Ia menegaskan bsesuai pantauannya, kecintaan warga di perbatasan RI-RDTL terhadap merah putih dan NKRI cukup tinggi.

Hal itu dibuktikan tingginya antusiasme warga dalam mengikuti perayaan HUT RI ke-72 yang terpusat di kantor kecamatan Bikomi Nilulat.

“Rekan-rekan wartawan lihat sendiri,ini warga yang hadir dari 6 desa yang jaraknya cukup jauh dari pusat kecamatan,ini salah satu bukti kecintaan warga akan NKRI dan merah putih,” tegas Hernan.(Eman Tabean/AA/VoN)

TTU
Previous ArticleSebanyak 129 Napi di Belu Dapat Remisi di HUT RI ke-72
Next Article Bupati Belu: Dana Desa Harus Tepat Sasaran

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.