Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kasus Malasera, Kejari Ngada Masih Tersendat Pemeriksaan Tersangka
Regional NTT

Kasus Malasera, Kejari Ngada Masih Tersendat Pemeriksaan Tersangka

By Redaksi30 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasi Intel Kejari Ngada, Riamor‎ Bangun
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT– Pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi tanah Malasera di Kabupaten Nagekeo masih tersendat lantaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Bajawa masih memeriksa para tersangka.

Para tersangka kasus tersebut tidak ditahan karena masih dalam pengembangan tambahan oleh penyidik.

“Setelah sudah rampung berkasnya, kita akan tahan. Intinya kita telah memeriksa para tersangka dan kita tidak tahan karena mereka sangat kooperatif dalam pemeriksaan,” ungkap Kasi Intel Kejari Ngada, Riamor Bangun Kepada Voxntt.com di ruang kerjanya Rabu (30/8/2017).

‎Menurutnya, saat ini tim penyidik Kejari Ngada, sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka guna melengkapi berkas-berkas.‎

BACA:Kejari Ngada Menang atas Gugatan Praperadilan Kasus Malasera

Kasus tersebut diduga melibatkan tujuh orang pejabat di Nagekeo. Ketujuhnya yakni, Mantan Bupati Nagekeo Yohanes Samping Aoh, Sekda Nagekeo Yulius Lawotan, Wake Petrus, Fransiskus Rogha, Ahmad Rangga, Monika Ernestina Imaculata Saquera dan Firdau Adi Kisworo.

Modus yang dilakukan yakni lahan milik pemerintah itu dikerjasamakan dengan pihak ketiga untuk dikelola. Namun dana kerja sama itu tidak pernah dimasukan ke kas daerah.

Kasi Intel Kejari Ngada mengatakan, kasus tanah Malasera masih berjalan dan sudah masuk pada tahapan pemeriksaan sejumlah tersangka.

“Penyidikan tetap kami lanjutkan, untuk sementara proses pemeriksaan para tersangka sesuai aturan-aturan yang ada. ‎Intinya kasus itu tidak dihentikan,” ujarnya.

Kejari Ngada juga telah mengantongi hasil audit kerugian negera dari BPKP NTT awal tahun 2017 lalu.

“Kasus tanah Malasera kita akan segera eksekusi sebab kita telah kantongi audit kerugian negara dari BPKP perwakilan NTT yang dikirimkan ke kita pada awal tahun 2017 kemarin,” jelasnya.

Untuk diketahui hingga saat ini terdapat lima kasus yang menjadi tunggakan Kejari Bajawa antara lain kasus dugaan korupsi pembangunan Kantor DPRD Kabupaten Nagekeo, kasus Malasera, kasus proyek air minum bersih di Malafai dan kasus solar pertamina dealer nelayan Aimere.

Dari empat kasus korupsi itu, baru satu kasus yang diekspos ke BPKP perwakilan NTT dan ‎hasil kerugian negaranya sudah diterima yakni kasus tanah Malasera.‎‎ (Arkadius Togo/VoN).

Ngada
Previous ArticleTidak Dapat Jatah Raskin, Warga Manleten Belu Sambangi DPRD
Next Article Terkesan Cuci Tangan, TPDI NTT Minta Tagu Dedo Bertanggung Jawab

Related Posts

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026
Terkini

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Suami Korban Dugaan KDRT di Nagekeo Pilih Berdamai dengan Istri setelah Diancam Video

29 Juni 2026

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.