Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Tidak Dapat Jatah Raskin, Warga Manleten Belu Sambangi DPRD
VOX DESA

Tidak Dapat Jatah Raskin, Warga Manleten Belu Sambangi DPRD

By Redaksi30 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT– Lantaran tidak mendapat jatah beras raskin, 29 warga Desa Manleten, Kecamatan Tasi Feto Timur, Kabupaten Belu mendatangi DPRD Belu pada Rabu (30/08/2017).

Kedatangan perwakilan 29 Kepala Keluarga (KK) itu untuk meminta penjelasan DPRD perihal kepemilikan Kartu Keluarga Sejahtera sebagai bukti ke-29 KK tersebut berhak mendapat beras raskin.

Salah satu masyarakat yang hadir, kepada VoxNtt.com menyampaikan bahwa kedatangan mereka untuk meminta penjelasan, mengapa 29 KK tidak mendapatkan beras raskin tahap I tahun 2017.

“Kami bukan datang untuk melapor kepala Desa atau mau cari masalah. Kami datang hanya untuk meminta penjelasan. Kenapa kami ada Kartu Keluarga sejahtera dan ada KK tapi kami tidak terima beras. Sementara, tahun lalu pembagian beras raskin merata untuk semua KK” ujar Quinera Lawa istri Petrus Bere warga RT 2 Desa Manleten.

Disampaikan bahwa jatah beras raskin tahap I tahun 2017 baru saja didistribusikan di Desa Manleten pada Selasa,(29/08/2017) dimana setiap KK mendapat 90 Kg.

Namun  ketika bertemu dengan kepala Desa Manleten, masyarakat mendapatkan jawaban bahwa nama-nama penerima beras raskin dikirim dari pusat.

“Kemarin kami sudah ketemu kepala Desa, tapi kepala Desa bilang nama-nama penerima raskin ini dikirim dari pusat bukan di Desa makanya kami ke sini untuk cari tahu, apa betul seperti itu. Jika betul biar kartu-kartu ini jangan kami simpan lagi,” jelas Theresia Dahu yang diamini teman-temannya.

Masyarakat Manleten berharap agar memperoleh penjelasan yang benar sehingga sehingga Kartu Keluarga Sejahtera yang dimiliki bisa digunakan.

“Kami ini hanya orang kecil. Kami tidak bisa buat apa-apa. Jika memang tidak dapat juga kami tidak keberatan. Kami hanya ingin mendapatkan kejelasan melalui bapak-bapak yang terhormat di sini,” demikian ujar Theresia .(Marcel/VoN).

Belu
Previous ArticleSempat Menghilang, Philipus Beri Petunjuk Kematiannya Lewat Mimpi
Next Article Kasus Malasera, Kejari Ngada Masih Tersendat Pemeriksaan Tersangka

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.