Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pemda TTU Minta Dilibatkan dalam Pembahasan Masalah Perbatasan
HEADLINE

Pemda TTU Minta Dilibatkan dalam Pembahasan Masalah Perbatasan

By Redaksi30 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernades (bajukemeja putih) dan Mayjen TNI, Aris M. Hartadi saling berjabat tangan usai penyerahan plakat. (Foto: Eman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes meminta kepada pemerintah pusat agar setiap pembahasan mengenai persoalan di wilayah perbatasan RI-RDTL, hendaknya melibatkan Pemerintah daerah kabupaten TTU.

Pasalnya, masyarakat mapun Pemerintah daerah TTU cukup mengetahui baik secara adat maupun secara administrasi pemerintahan.

“Apabila ada perundingan, kami org TTU harus dilibatkan secara langsung, karena kami telah meletakkan batas adat istiadat degan Oekusi dan masyarakat kedua negara mengakuinya,”tegas Ray di hadapan tim dari Dewan Ketahanan Nasional (WANTANAS) yang dipimpin oleh MayJen TNI, Aris M. Hartadi di ruang rapat kantor bupati, Rabu (30/08/2017).

Ray menegaskan, traktat 1904 pada dasarnya hanyalah demi kepentingan penjajah Portugis dan Belanda bukan bagi kepentingan warga TTU maupun Oekusi, sehingga pihaknya tidak setuju apabila traktat tersebut yang dijadikan landasan hokum, guna menentukan batas kedua negara.

Dia juga mengungkapkan, pada dasarnya masyarakat TTU tidak akan merelakan sejengkal tanah pun, untuk menjadi milik negara Timor Leste. Sehingga dirinya berharap, setiap pembahasan terkait kondisi di perbatasan RI-RDTL, terutama yang berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten TTU, Masyarakat dan Pemerintah TTU harus dilibatkan.

Menanggapi permintaan tersebut, Mayjen TNI Aris M. Hartadi mengungkapkan, tujuan kedatangan tim WANTANAS bertujuan untuk menjalankan program Nawacita, yakni membangun dari pinggiran.

Ia pun menegaskan, setiap aspirasi yang diperoleh akan disampaikan ke pemerintah pusat guna dibahas untuk ditindaklanjuti.

Hadir dalam pertemuan tersebut Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Budy Wahyono, Komandan Satgas Pantas Yonif 742/SWY, Letkol Inf. M. Fuad Suparlin, Sekda TTU, Jakobus Tak Amfotis serta pimpinan OPD lingkup kabupaten TTU.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan plakat dari Pemda setempat kepada perwakilan Pemerintah Pusat. (Eman/VoN)

 

TTU
Previous ArticleDikunjungi DPRD NTT, Warga Wantal Banjir Usulan
Next Article DPRD Matim Siap Kawal Kerja Inspektorat Selidiki Dugaan Penggelapan Dana di SDI Wae Paci

Related Posts

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.