Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Dasawisma Ina Sayang Lembata Belajar Membuat Kolang-Kaling
Feature

Dasawisma Ina Sayang Lembata Belajar Membuat Kolang-Kaling

By Redaksi7 September 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: arbamedia.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Lembata Vox NTT-Adalah Ronal Lajar, Penyuluh Pertanian di Kecamatan Atadei merasa terpanggil untuk ikut memperkenalkan khasiat dari buah aren yang banyak terdapat di Kalikasa, Desa Katakeja, Kecamatan Atadei.

Pesona pohon Aren yang berlimpah di kebun warga juga hutan Kalikasa, memantik rasa berbaginya kepada ibu-ibu di Kelompok Dasawisma Ina Sayang.

\Sebagai PPL yang berstatus PNS Ronal merasa terpanggil untuk menggerakan kelompok Ina Sayang, sebagai kelompok pertama yang diajarkannya untuk membuat kolang-kaling.

Ketika pertama kali mengajak ibu-ibu untuk terlibat dalam pembuatan kolang-kaling, semuaya respon dan menyatakan siap. « Saya pertama kali ajak dan lihat ibu-ibu di desa respon itu saja saya sudah sangat senang, » tutur Ronal dengan bangga.

Ronal mengatakan, untuk usaha kolang kaling ini pertama kalinya diajarkan kepada kelompok Dasawisma Ina Sayang. Mengenai proses pembuatan kolang-kaling, awalnya buah aren dipetik dari pohon. Setelah itu direbus. Buah yang dipetik juga tidak sembarang buah, melainkan buah aren  setengah tuah dengan kulit buah hijau.

Setelah direbus, didinginkan dan dibelah untuk ambil isi buah aren. Isi buah aren direndam dalam larutan air kapur siri. Dan didiamkan selama  tiga hari untuk mendapatkan kolang-kaling dengan kualitas terbaik.

Ketua Dasawisma Ina Sayang, Fransiska Mali mengisahkan, pada kegiatan awal pembuatan kolang-kaling pada 13 Agustus lalu,  buah aren yang didatangkan terlalu tua. Meskipun demikian semangat untuk belajar tetap bernyala-nyala.

« Bagi kebanyakan orang, mungkin ini sudah biasa tapi untuk kami di Ina Sayang baru pertama Pak, jadi kami semangat sekali, » tutur Mali.

Mali menambahkan, kegiatan belajar membuat kolang-kaling sudah berlangsung sebanyak tiga kali. Dari 13 Agustus, berlanjut pada 21 Agustus dampingi lagi pada tanggal 2 September kemarin.

« Kami semua senang dengan pelajaran buat kolang-kaling ini. Selain untuk membantu memberikan asupan nutrisi untuk keluarga kami. Kami di kelompok Ina Sayang juga berencana mengembangkan kolang-kaling jadi kuliner kebanggan yang dapat kami pasarkan, » katanya penuh semangat.

Penting untuk diketahui, kolang-kaling merupakan nama cemilan kenyal berbentuk lonjong. Berwarna putih transparan dan memiliki rasa yang menyegarkan. Kolang-kaling memiliki kadar air sangat tinggi, hingga mencapai 93,8% dalam setiap 100 gramnya.

Kolang kaling juga mengandung 0,69 gram protein, 4 gram karbohidrat dan serat kasar 0,95 gram. Selain memiliki rasa yang menyegarkan, mengonsumsi kolang-kaling juga membantu memperlancar pencernaan. Kolang-kaling cocok juga disajikan dalam bentuk kolak dan es buah.

Motong Wuwur, Putera Kalikasa yang juga PPL dan sahabat dari Ronal Lajar mengungkapkan kebanggan akan semangat dan keinginan dari ibu-ibu dasawisma Ina Sayang yang tampak bangga dengan hasil belajar mereka.

Ama bisa lihat sendiri to, ibu-ibu ini orang kecil ama tapi semangat mereka belajar, mendengarkan dan mau kerja itu yang kita harapkan terus berlanjut. (Hengky Ola/Von)

 

Lembata
Previous ArticleBerantas Korupsi Jadi Komitmen Kapolres Ngada
Next Article Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Ngada Gencar Razia Kendaraan

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Pemkab Lembata Terapkan Zonasi Malapari, Pengusaha Soroti Potensi PAD Jangka Pendek

27 Januari 2026

Kompak Indonesia Desak Aparat Usut Dugaan Proyek Bibit Malapari Asal Australia di Lembata

15 Januari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.