Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemda Klaim PKP Berhasil Tingkatkan Ketahanan Pangan di TTU
NTT NEWS

Pemda Klaim PKP Berhasil Tingkatkan Ketahanan Pangan di TTU

By Redaksi7 September 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten TTU, Yan Lela Kaha mengklaim program Padat Karya Pangan (PKP), salah satu program unggulan Bupati Raymundus Sau Fernandes, berhasil meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten tersebut.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya masyarakat penerima rastra wajib membeli dengan Rp. 1.600 untuk sekilo beras, maka pada program PKP itu sendiri, beras sejahtera (Rastra) yang disediakan oleh pemerintah pusat dibeli menggunakan dana APBD, kemudian diberikan secara gratis dengan ketentuan setiap penerima beras wajib memiliki lahan seluas 25 are setiap tahunnya.

Pada lahan itu dianjurkan untuk ditanami semua jenis tanaman untuk memenuhi kebutuhan pangan dan membantu perekonomian keluarga. Sementara uang yang sebelumnya dipakai untuk membeli rastra bisa dimanfaatkan untuk biaya pengolahan lahan tersebut atau keperluan lainnya.

Semntara bagi masyarakat yang memang tidak mempunyai lahan sama sekali, pemerintah sudah melakukan pendekatan dengan tua-tua adat setempat agar tanah-tanah ulayat yang masih kosong bisa diberikan kepada yang bersangkutan.

Menurut Yan, indikator keberhasilan dari program tersebut dapat dilihat dari sejak program tersebut digulirkan pada tahun 2011, hingga saat ini tidak ada laporan terkait rawan pangan yang dialami oleh masyarakat.

“Sesuai hasil survey dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dinas Pertanian, program PKP berhasil,” jelas Yan saat ditemui media ini di ruangannya, Kamis (07/09/2017).

Yan menambahkan, sesuai dengan data yang dihimpun petugas dari lapangan, total luas lahan kering yang diolah warga pada musim tanam 2016/2017 sebesar 27.092 Ha atau meningkat sebesar 8 % dari musim tanam tahun sebelumnya.

Sementara untuk lahan basah, lanjut Yan, pada musim tanam 2016/2017 ini terdapat penambahan 330 Ha.

“Kalau luas lahan yang dimiliki oleh masing-masing Kk, luasannya bervariasi tergantung kepemilikan lahan. Ada yang punya lahan 4-5 Ha tapi ada juga yang punya lahan tidak sampai 1 Ha,” Ungkapnya.

Lebih lanjut ia kataka, apabila sesuai dengan pagu beras sejahtera, maka pada tahun 2016 hanya 19.814 Kk yang memperoleh jatah beras. Tetapi karena rastra sudah dikonversikan ke program PKP, maka total penerima beras PKP pada tahun 2016 sebesar 47.551 Kk.

Masih Yan, pada tahun 2017 ini jumlah Kk penerima beras PKP akan bertambah, lantaran pada tahun 2017 terjadi penambahan jatah Kk penerima rastra sebesar 1981 Kk.

“Tahun 2016, dana untuk program PKP sebesar Rp 7,6 miliar. Sedangkan tahun 2017 ini kebutuhan dana pasti akan lebih besar karena penambahan pagu beras,” Katanya.

Untuk kabupaten TTU sendiri jelas Yan, distribusi beras PKP dilakukan per 6 bulan sekali.

Hal tersebut dimaksudkan agar beras tersebut untuk mengantisipasi apabila terjadi masalah kelaparan pada musim kemarau panjang. (Eman/VoN)

 

TTU
Previous ArticleETMC Selesai, Stadion Marilonga Belum PHO
Next Article Berantas Korupsi Jadi Komitmen Kapolres Ngada

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.