Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tahun 2017, DAU di Manggarai Dipotong Hingga Rp 5 Miliar
Regional NTT

Tahun 2017, DAU di Manggarai Dipotong Hingga Rp 5 Miliar

By Redaksi15 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-  Pemerintah pusat memotong Dana Alokasi Umum (DAU) untuk APBD Perubahan Manggarai tahun 2017 sebesar Rp 5.488.280.000.

Anggota DPRD Manggarai, Ben Isidorus mengatakan pemotongan tersebut dilakukan dari target DAU sebesar Rp 575.280.999.000 di APBD Perubahan tahun 2017.

Menurut Ben, pemotongan DAU tersebut berimplikasi pada kekurangan volume anggaran pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Manggarai.

“Anggaran di setiap OPD dirasionalisasi kembali untuk menutupi pemotongan tersebut,” jelas politisi Hanura itu saat dihubungi VoxNtt.com, Jumat (15/9/2017).

Selanjutnya, pemotongan DAU juga berimbas pada tersendatnya proyek pembangunan akibat rasionalisasi anggaran.

Sebab, hampir mencapai setengah dari total APBD Manggarai bersumber dari DAU.

Terpisah, Bupati Manggarai Deno Kamelus menjelaskan pemotongan DAU tersebut merupakan kebijakan nasional dan berlaku untuk seluruh kabupaten kota di Indonesia.

“Yang tau alasannya (alasan pemotongan-red) yaitu Kementrian Keuangan,” jelas Deno saat dihubungi, Jumat siang.

Kendati rahasia pemotongan DAU ada di Kementrian Keuang, namun Bupati Deno menduga hal itu terjadi karena penerimaan Negara belum optimal. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai
Previous ArticleTabrak Anak dengan Traktor, Oknum PNS di Matim Dikecam
Next Article Pertandingan Tinju Dunia WBC Batal Digelar di TTU

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.