Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Lima Gadis Bawah Umur di Nagekeo, Jadi Korban Kekerasan Seksual
Regional NTT

Lima Gadis Bawah Umur di Nagekeo, Jadi Korban Kekerasan Seksual

By Redaksi22 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Perkosa (Foto: Bangka Pos)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

‎Mbay, Vox NTT- Sebanyak lima orang gadis belia di Nagekeo mengalami kekerasan seksual. Berdasarkan data dari pekerja sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, terhitung sejak Januari sampai September 2017 sudah ada lima kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak.

Dari lima kasus tersebut, korbannya berjumlah lima orang gadis yang berbeda.

Baca: Remas Payudara Bidan, Pemuda Nagekeo Mendekam dalam Sel

Demikian disampaikan anggota pekerja sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Alfons R.Gebo kepada Voxntt.com saat ditemui di Kota Mbay, Jumat (22/9/2017) pagi.

Dikatakannya dalam kasus itu, rata-rata pelakunya adalah orang terdekat korban. Menurut dia, berdasarkan pengalaman mereka mendampingi korban dan dalam penyelidikan terhadap kasus tersebut, ditemukan alasan bahwa orang terdekat memiliki keleluasaan dan intensitas waktu untuk berinteraksi dengan korban.

Sehingga mereka lebih cendrung mudah melancarkan aksi bejatnya kapan saja. “Dari lima kasus itu, para pelaku terhadap anak, lebih banyak dilakukan oleh orang terdekatnya. Dan pelaku memiliki hubungan baik dengan korbannya, seperti tetangga, pacar, bahkan oleh saudara korban itu sendiri,” jelasnya.

Dirinya menghimbau semua orang tua yang masih memiliki tanggung jawab terhadap anaknya, agar selalu memperhatikan perkembangan anak, juga pergaulan serta pendidikan mereka.‎ (Arkadius Togo/VoN)

 

Nagekeo
Previous ArticleDinas Pendidikan NTT Diduga Lakukan Pungli Uang Ijazah Siswa
Next Article Gelar Praperadilan, Ini Materi Gugatan Jimi Ketua

Related Posts

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.