Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Hilarius, Pria Asal Kota Ndora Matim Diduga Ditembak Polisi
HEADLINE

Hilarius, Pria Asal Kota Ndora Matim Diduga Ditembak Polisi

By Redaksi23 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Hilarius Wolo ditemani keluarganya sedang berada di ruangan IGD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng (Foto: Ano Parman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Hilarius Woso (49), Warga RT 001, RW 001, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur ditembak pria yang mengaku polisi.

Peristiwa itu terjadi pada 23 September 2017 pukul 02.00 dini hari di Lingko Dia, Kelurahan Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Saat ini, Korban Hilarius Wolo sedang terbaring lemas di IGD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. Sedangkan, peluru yang keluar dari senjata pelaku masih bersarang di kaki kiri korban.

Saat ditemui wartawan Sabtu (23/9/2017) pagi korban Hilarius Wolo menceritakan musibah yang menimpa dirinya.

“Saya datang dari Aimere menuju Borong pake mobil Avanza. Sedangkan, dia datang dari arah Ruteng pake mobil pick up. Dia bawa mobil sampai tabrak mobil saya. Saya turun dan minta dia tanggung jawab. Karena dia tidak mau saya bilang kita ke polisi saja,” terangnya.

“Karena saya bilang begitu, dia langsung bilang saya ini polisi lalu tembak saya. Setelah tembak dia langsung lari dan tinggalkan mobil di tempat,” tambahnya.

Dia menambahkan masyarakat yang melihat kejadian itu di Tempat Kejadian Perkara (TKP) hendak membakar mobil pelaku yang ditinggalkan di tempat kejadian, tapi korban melarangnya.

“Saya bilang jangan (bakar),” tukasnya.

Saat ditanya, pelaku menembak dari arah mana dan berapa jarak dengan pelaku, korban Wolo mengaku tidak memperhatikannya.

“Saya hanya dengar bunyi tembakan saja,” ujarnya singkat.

Sementara, Katarina Yitu, saudara kandung Hilarius Wolo saat ditemui di ruangan IGD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng mengaku sangat marah dengan kejadian yang menimpa adiknya.

“Saya sangat marah. Kanapa saya marah, karena dia main tembak. Kalau memang dia polisi, kenapa dia bebas memakai pistol untuk menembak orang,” tanya Yitu.

Sebab itu, dia berharap Kapolres Manggarai segera mengungkap tuntas kasus ini. Kalau pelakunya terungkap, Yitu meminta yang bersangkutan dihukum seberat-seberatnya. (Ferdiano Sutarto Parman/AA/VoN).

Manggarai
Previous ArticleAset di Pelabuhan L. Say Belum Dihapus, Pemkab Sikka Dinilai Lamban
Next Article Demokrasi Tanpa Kematangan Ekonomi dan Pendidikan Akan Berbahaya

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.