Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kasdam: Retret Menjadi Dasar Ketahanan Diri
NTT NEWS

Kasdam: Retret Menjadi Dasar Ketahanan Diri

By Redaksi25 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pose bersama pada kegiatan retret bagi Prajurit dan PNS Korem161 /WS Kodam IX/Udayana ‎di kema Tabor Mataloko, Senin (25/09/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Kasdam IX/Udy Brigjen TNI Stephanus Trimulyono,‎ menjelaskan retret dalam tradisi gereja katolik merupakan kegiatan olah rohani yang dilaksanakan secara khusus dan terbimbing untuk merenungkan hidupnya di hadapan Tuhan.

Kasdam Stephanus menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan retret bagi Prajurit dan PNS Korem161 /WS Kodam IX/Udayana ‎di kema Tabor Mataloko, Senin (25/09/2017) pukul 17.00 Wita.

Menurut dia, para prajurit senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap pelaksanaan tugas bagi bangsa dan negara untuk mencapai keberhasilan.

Dijelaskan UU Nomor 34 Tahun 2004 menjabarkan tugas TNI adalah menegakan kedaulatan NKRI, menjaga keutuhan wilayah dan keselamatan Indonesia dengan segenap tumpah darah.

Tugas mulia tersebut lanjut Kasdam Stephanus menuntut kemampuan intelektual, keterampilan, dan sikap keprajuritan sejati.

Tak kalah pentingnya adalah mental tanggung jawab yang diwujudkan dalam keimanan dan ketakwaan yang kuat, semangat nasionalisme dan militan, serta memiliki visi ke depan yang brilian. Sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan tugas.

Menurut Kasdam Stepahnus, pada era globalisasi ini bisa mempengaruhi segenap strata sosial sampai ke pelosok tanah air.

Tantangan tugas pun sangat dinamis dan kompleks dengan isu komunisme, SARA, radikalisme, intoleransi antara agama, anarkisme dan konflik horisontal dan vertikal, serta beredarnya berita palsu melalui media sosial, cetak dan elektronik.

Hal ini tentu saja berdampak kepada pola pikir, sikap dan tindakan masyarakat.

“Tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama menciptakan kondisi bangsa yang aman dan sejahtera serta mencegah terjadinya pelanggaran hukum, disiplin dan tata tertib prajurit,” ujar Kasdam Stephanus.

Dikatakan, muara dari berbagai realitas konkrit tersebut adalah adanya kecenderungan dekadensi moral, dimana iman dan takwa menjadi dasar sekaligus benteng penentu ketahanan diri.

Karena itu, kegiatan retret menjadi urgen dan strategis dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan prajurit dan PNS yang beragama katolik.

Lebih lanjut kata dia, iman merupakan kepercayaan penuh pada kekuatan dan kuasa Tuhan sebagai pencipta sekaligus penyelenggara kehidupan.

Iman sebagai daya rohani harus diaktualisasikan dalam bentuk amal saleh yaitu takwa yang artinya memelihara dengan cara menjalani hidup sesuai tuntutan atan petunjuk Allah.

Bagi Prajurit dan PNS kata dia, iman dan takwa merupakan landasan utama dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Sehingga momentum retret ini untuk memperteguh komitmen dan tekad dalam mengemban pengabdian bagi bangsa dan negara. (Arkadius Togo/AA/VoN)

Ngada
Previous ArticleRintih Resah Ribuan Warga Eks Tim-Tim di Kantor Gubernur NTT
Next Article Dituduh Pungli Uang Ijazah, Ini Klarifikasi UPTD Pendidikan Wilayah VII

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.