Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Hadir Retret di Ngada, Begini Pesan Ketua KWI
NTT NEWS

Hadir Retret di Ngada, Begini Pesan Ketua KWI

By Redaksi26 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignasius Suharyo SJ menghadiri retret TNI dan PNS Katolik di Kema Tabor Matoloko, Kabupaten Ngada, Senin (25/9/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Ketua Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignasius Suharyo SJ menghadiri retret TNI dan PNS Katolik di Kema Tabor Matoloko, Kabupaten Ngada, Senin (25/9/2017).

Saat pembukaan kegiatan retret itu, Mgr Ignasius menyampaikan sejumlah pesan penting bagi umat Katolik di balik penyelenggaraan retret.

Menurut Uskup Keuskupan TNI dan Polri itu, retret yang dijalankan merupakan bentuk relasi dengan Tuhan.

“Kehidupan kita yang berelasi dengan Allah merupakan ‎paling pokok, ini yang sebenarnya harus makin kebal dan menjadi poros yang tak pernah kabur. Relasi dengan jiwa dari Kehidupan kita sehari-hari,” kata Mgr Ignasius di sela-sela pembukaan retret sekitar pukul 17.00 Wita itu.

“Orang beriman adalah yang hidupnya untuk Tuhan dan Tuhan tahu segalanya apa yang kita perbuat dan yang akan kita beri pertanggungjawab atas segala yang kita buat,” katanya.

Uskup Agung Jakarta itu menjelaskan, dengan retret peserta masuk ke dalam untuk bererlasi dengan Tuhan melalui doa dan renungan.

“Ibarat batrei yang di-charge dan peserta adalah batreinya, yang setiap kali bisa di-charge‎ untuk menjadi terang, karena membawa kebenaran, keadilan, kejujuran, persaudaraan, cinta kasih dan lain-lain,” terang Mgr Ignasius.

Dikatakan, ‘menjadi terang’ itu ungkapan dari Tuhan, di samping ungkapan lain yaitu ‘menjadi garam’.

Kalau menjadi terang kata dia, berarti orang melihat perlakuan kebaikan. Apabila arus kebaikan itu menjadi cukup kuat, maka hidupnya makin tertata dengan baik karena terinspirasi dari orang yang mewartakannya.

Dalam kesempatan tersebut Mgr Ignasius berpesan, agar peserta retret selalu mengisi semangat kebaikan di tengah masyarakat, bangsa dan negara.‎ (Arkadius Togo/AA/VoN)

Ngada
Previous Article19 Desa dan Kelurahan di Nagekeo Dilanda Kekeringan
Next Article NTT Jadi Tuan Rumah FLS2N Tahun 2017

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.