Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Gorong-gorong Irigasi Wae Kuli Diduga Bermutu Rendah
Regional NTT

Proyek Gorong-gorong Irigasi Wae Kuli Diduga Bermutu Rendah

By Redaksi27 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi gorong-gorong yang retak sebelum digunakan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Proyek pembangunan gorong-gorong untuk irigasi Wae Kuli di Desa Toe Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai diduga bermutu rendah. Hal itu terjadi karena proyek tersebut disinyalir dikerjakan asal jadi.

Jon Galis, Warga Desa Toe saat ditemui di lokasi proyek Kamis (21/9/2017) mengaku pembangunan gorong-gorong itu sepertinya asal cepat selesai tapi mengabaikan kualitas.

“Saya tahu itu karena saya satu yang kerja kemarin. Pada waktu kami kerja, persambungan antara gorong tidak dicor sehingga masih renggang. Setelah disusun, langsung ditutup saja dengan tanah dari atas,” terangnya.

Sebab itu, dia pesimis gorong-gorong itu nanti bisa efektif mengalirkan air ke lokasi sasaran.

“Pasti airnya bocor dan yang sampai ke Rura itu mungkin sedikit saja nanti” tukasnya.

Baca: Proyek Gorong-gorong Irigasi Wae Kuli Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Di tempat yang sama, Nadus mempersoalkan kualitas gorong-gorong itu. Menurutnya, gorong-gorong itu dibuat dengan campuran asal-asalan sehingga gampang rusak.

“Belum sempat digunakan saja sudah retak-retak, apalagi kalau sudah ditimbun dengan tanah pasti hancur. Belum lagi kalau nanti airnya jalan, itu lebih parah lagi karena memang tekanan air Wae Kuli itu sangat deras,” katanya. (Ferdiano Sutarto Parman/AA/VoN).

Manggarai
Previous ArticleGMNI Kecam Oknum DPRD Matim yang Diduga Kerja Proyek
Next Article Tujuh Stan Pameran Jambore Pariwisata se-NTT di Nagekeo Roboh

Related Posts

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026
Terkini

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.