Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Infrastruktur Jadi Kerinduan Tak Terhingga Warga Desa Renrua (Bagian 2)
HEADLINE

Infrastruktur Jadi Kerinduan Tak Terhingga Warga Desa Renrua (Bagian 2)

By Redaksi28 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi Gedung Sekolah di Des Renrua
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Sudah puluhan tahun sejak masih bergabung dengan desa dan kecamatan induk, Renrua selalu terlupakan dari berbagai agenda dan pembagian kue pembangunan.

Keluhan akan infrastuktur, baik kesehatan, pendidikan, serta jalan raya masih terus menjadi bunga tidur masyarakat Renrua.

Keluhan masyarakat dan penantian akan sentuhan pembangunan seolah menjadi litani kehidupan berbangsa yang tak terhingga di tepian negeri.

Betapa tidak, selain akses air bersih yang harganya mencekik.

VoxNtt.com menemukan sebuah gedung Sekolah Dasar yang bangunannya sudah usur dan tidak layak bagi berlangsungnya proses belajar untuk anak-anak.

Baca: Renrua, Desa Kecil yang Terlupakan (Bagian 1)

Disampaikan beberapa tokoh adat di Desa Renrua, sesungguhnya masyarakat ingin sekali untuk merubah kehidupan.

Tetapi potensi alam dan hasil perkebunan yang melimpah tidak dijembatani dengan baik agar mereka memasarkan hasil perkebunan yang diproduksi.

Selain untuk menunjang kesejahteraan 1.139 jiwa, ketersediaan infrastruktur yang memadai dapat menjadi pintu masuk terselenggaranya berbagai program pemerintah.

“Kami sangat merindukan perbaikan infrastruktur. Karena dengan demikian, semua program pemerintah bisa berjalan dengan baik. Bagaimana orang mau sekolah kalau tidak sehat? Lalu bagaimana guru-guru mau mengajar jika hanya diharhai 100.00 per bulan sebagai pengganti transport. dan terimya enam bulan sekali?,” keluh Videlis Meta, Ketua BPD Desa Renrua.

Dirinya mengharapkan agar ada kesinambungan dalam pelaksanaan program pembangunan di Renrua.

Disampaikan, pertanian dan kesehatan masyarakat tidak akan meningkat statusnya jika pendidikan termasuk sekolah dan kesejahteraan guru masih terus diabaikan.

Berbagai kegiatan pembangunan yang masih terus jadi bahan penantian merupakan persoalan-persoalan yang sudah beberapa kali diusulkan melalui kegiatan musrenbang hingga tingkat kabupaten, nmun belum direspon oleh pemerintah.

Program listrik, rumah layak huni, jalan raya dan air bersih masih menjadi sesuatu yang mahal dan menjadi kerinduan masyarakat Renru.

Ketua BPD Renrua, Videlis Meta (Foto:Marcel)

Pemerintah Desa Renrua melalui kepala Desa Renrua secara tegas menyatakan bahwa Pemerintah Desa sangat siap untuk bekerja dan mendukung program pemerintah baik daerah maupun pemerintah pusat, termasuk agenda pemberdayaan Ekonomi seperti Anggur merah dan program lainnya.

Namun, hal itu akan terwujud jika masyarakat bisa merasakan mudahnya melakukan aktivitas ekonomi.

“Kita mau kerja sama dengan semua stakholder sehingga kita bisa mengurangi ketertinggalan. Kalau kita berhasil membangkitkan ekonomi masyarakat, maka kita bisa menyamai daerah lain,” pinta Eduwardus.

Selain infrastryktur, Eduwardus juga mengharapkan agar pembangunan manusia menjadi agenda utama. Salah satu aspek yang butuh untuk segera dibenahi adalah gedung sekolah dasar di kampung itu. (Marcel/AA/VoN)

Belu
Previous ArticleSidang Pembahasan KUA-PPAS TTU Tahun 2017 Dinilai Buruk
Next Article Perkelahian Sadis antar Tetangga di SBD, Dua Orang Tewas

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.