Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemuda Katolik Nagekeo Siap Bahas Sejumlah Isu Nasional dan Lokal
Regional NTT

Pemuda Katolik Nagekeo Siap Bahas Sejumlah Isu Nasional dan Lokal

By Redaksi4 Oktober 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengurus Pemuda Katolik Nagekeo berpose bersama Wakil Bupati Paul Nuwa Veto (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT-Jajaran Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Nagekeo akan membahas sejumlah isu strategis saat ini.

Pembahasan yang diagendakan pada Senin, 16 Oktober nanti akan dihadirkan oleh sejumlah tokoh penting baik Pengurus Pusat Pemuda Katolik Kikin Tarigan, Komda Pemuda Katolik Ronald De Gomez, Wakil Bupati Nagekeo maupun Lembaga Legislatif.

Ketua Panitia, Petrus Nunu Ruto kepada media ini menjelaskan, Pemuda Katolik Nagekeo akan membahas soal isu ancaman radikalisme serta tentang kebangsaan.

Selain itu, sekaligus dilakukan pelantikan Badan Pengurus Pemuda Katolik Nagekeo serta kegiatan penerimaan anggota atau Mapenta.

“Nah, nanti setelah itu akan kita buat rekomendasi untuk kita jalankan. Jumlah anggota yang hadir nanti sekitar 150 orang,”kata Petrus, Rabu siang.

Sementara, Ketua Pemuda Katolik Nagekeo, Yohanes Towa Rema menuturkan kegiatan tersebut bertujuan untuk menghimpun kaum muda katolik serta merespon terhadap persoalan sosial yang terjadi di wilayah Nagekeo.

Menurutnya, kesenjangan ekonomi sosial perlu dibahas kemudian dilakukan gerakan kolektif. Hal ini dimaksud untuk memblokade sejumlah isu sosial termasuk ancaman radikalisme.

“Kaderisasi itu penting untuk menunjang pembangunan di daerah kita. Jadi, kita rangkul semua kaum muda dan berdiskusi persoalan sosial masyarakat,”ujar Yohanes. (Ian Bala/AA/VoN)

Ende Nagekeo
Previous ArticlePilkada Nagekeo, Paket PAS Optimis Didukung Tiga Partai
Next Article Begini Model Penyaluran Dana Desa di Ngada

Related Posts

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.