Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dipecat dengan Alasan Sering Tidak Hadir, Ini Tanggapan Asty Dohu
NTT NEWS

Dipecat dengan Alasan Sering Tidak Hadir, Ini Tanggapan Asty Dohu

By Redaksi10 Oktober 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Manggarai Timur, Hironimus Nawang (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Asty Dohu, salah seorang Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dikabarkan dipecat oleh atasannya Hironimus Nawang lantaran sering tidak masuk kerja.

Sebelumnya, Kadis Nawang kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/10/2017) membeberkan alasan dirinya memecat Asty Dohu dari THL.

Menurut dia, tenaga penyiar RSPD Matim yang membawakan acara “Program Jendela” itu sering tidak masuk kantor. Pemecatan Asty Dohu kata Kadis Nawang, merupakan akumulasi dari kesalahan sebelumnya.

“Dia (Asty Dohu) tidak masuk kantor selama satu bulan, pergi ke Jakarta, terus ada hari dengan keterangan TB yang artinya tanpa berita. Saya punya dokumen terkait ketidakhadiran dan keterangan TB, tetapi kesalahan itu saya maafkan,” terang Kadis Nawang.

Bahkan kata Kadis Nawang, Asty Dohu hanya bekerja 1,5 jam per-hari. Padahal, menurut ketentuan PNS dan THL harus bekerja selama 8 jam per-hari.

Menanggapi hal itu, Asty Dohu yang dihubungi melalu ponselnya, Selasa (10/10/2017) mengatakan, Kadis Nawang sangat tidak berlaku adil seputar pemecatannya.

“Kemarin saya dengar mereka sebarkan daftar hadir. Saya curiga itu bisa direkayasa, kecuali kalau pakai single print, ini kan bisa saja diprint formatnya baru tinggal isi ulang,” ujar dia mencurigakan.

Dia menegaskan masih banyak rekan-rekannya di Dinas Kominfo Matim yang kerap tidak hadir, namun tidak dipecat Kadis Nawang. Bahkan akumulasi ketidakhadirannya melebihi Asty Dohu.

“Kalau soal liburan kemarin saya dua hari tidak masuk kantor. Tetapi satu teman di studio, dia dua minggu tidak masuk kantor, tanpa izin juga tapi dibiarkan,” katanya.

“Apakah semua teman-teman tiap hari hadir? Itu nonsense sekali kan, tidak mungkin kan mereka tiap hari hadir, dengan contoh-contoh itu jelas tidak berlaku adil bagi saya,” ujar Asty Dohu.

Baca:

  • Miris, THL ini Dikatai Anjing Sebelum Dipecat Kadis Kominfo Matim
  • Asty Dohu: Saya Tidak Bentak dan Tantang Kadis Kominfo Matim
  • Soal Pemecatan THL, Ini Tanggapan DPRD Matim
  • Asty Dohu Dipecat, GMNI Sebut Kadis Kominfo Matim Menyalahi Aturan
  • GMNI Manggarai Desak Copot Kadis Kominfo Matim
  • Pecat THL, Kadis Kominfo Matim Dicerca di Medsos
  • Baca: Pecat THL, Kadis Kominfo Matim Dicerca di Medsos

Ia sendiri membantah informasi yang beredar bahwa Kadis Nawang mengatakan Asty Dohu pernah ke Jakarta selama satu bulan tanpa izin.

“Itu tidak benar, saya hanya satu minggu kegiatan di Jakarta dan tidak masuk kantor,” jelas Asty Dohu.

Selanjutnya, konon Kadis Nawang menyebut alasan pemecatan Asty Dohu lantaran ia ke Maumere.

Dia menjelaskan dirinya ke Maumere Jumat sore dan paginya tetap masuk kantor. Sedangkan Sabtu kata dia, aktivitas Pemkab Matim libur.

Kemudian, menanggapi pernyataan Kadis Nawang yang menyebut dirinya hanya masuk kerja selama 1,5 jam perhari.

“Saya punya jam siaran cuman satu setengah jam, itu kan programnya satu setengah jam, setelah siaran pulang, itu kan banyak juga yang setelah siaran pulang. Ada yang hanya jam siaran datang dan setelah siaran pulang, kita berlaku adil sekarang, jangan hanya satu orang saja,” pungkas Asty Dohu. (Nansianus Taris/Adrianus Aba/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleTerkait Pemecatan Asty Dohu, GMNI Sebut Kadis Kominfo Matim Otoriter
Next Article Panwaslu Kabupaten Mabar Lakukan Rekrutmen Panwascam

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.