Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN»Bupati Nagekeo Minta ‎Generasi Muda Terus Belajar Budaya
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Bupati Nagekeo Minta ‎Generasi Muda Terus Belajar Budaya

By Redaksi15 Oktober 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Nagekeo Elias Djo, bersama tokoh adat Nggolonia sedang menyaksikan tinju adat, Sabtu (14/10/2017) (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Bupati Nagekeo Elias Djo, meminta generasi muda untuk dapat terlibat langsung dalam mempertahankan, menjaga dan melestarikan adat istiadat dan kebudayaan daerah itu.

“Kalau anak anak muda tidak jaga dan belajar seni budaya, maka dengan sendiri akan hilang, dan pasti akan terkikis oleh zaman,” ujar Bupati Djo di sela-sela menyaksikan tinju adat di Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Sabtu (14/10/2017) sore.

Menurut Djo, generasi muda menjadi harapan untuk tetap melestarikan seni dan budaya sebagai ciri khas daerah sejak turun-temurun.

“Kita mempunyai kekayaan seni budaya yang beragam yang tidak terhitung jumlahnya dan semua ini harus dipertahankan dan dilestarikan,” katanya.

Dikatakan, di tengah perkembangan zaman saat ini banyak orang yang sudah mulai mengabaikan, bahkan melupakan kebudayaan tradisional mereka.

Misalnya sebut Djo, tarian tanda hanya beberapa anak muda yang tau. Hal ini tentu berbeda dengan tarian disko dan dangdut yang tentu saja semua orang tau.‎

“seharusnya para generasi muda bisa memfilter budaya yang masuk ke dalam budaya kita, bukan malah menikmati kebudayaan modern tersebut,” ujarnya.

Dia berharap para pemuda memiliki rasa kebanggaan terhadap kesenian dan budaya lokal, sehingga keberadaannya terus diwariskan kepada anak cucu ke depan.‎

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleCerpen: Maafkan Ibu, Anakku!
Next Article PKS Mabar Siap Ikut Pemilu 2019

Related Posts

Suami Korban Dugaan KDRT di Nagekeo Pilih Berdamai dengan Istri setelah Diancam Video

29 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Suami Korban Dugaan KDRT di Nagekeo Pilih Berdamai dengan Istri setelah Diancam Video

29 Juni 2026

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.