Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»550 Ton Beras Kurang Mutu, Bulog Maumere Lakukan ‘Perbaikan’
Regional NTT

550 Ton Beras Kurang Mutu, Bulog Maumere Lakukan ‘Perbaikan’

By Redaksi26 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aktivitas di gudang Bulog Maumere (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Sebanyak 550 ton beras di gudang Sub Divisi Bulog Maumere mengalami kekurang mutu.

Dari total kurang lebih 1100 ton beras yang ada dalam gudang tersebut, sebagiannya mengalami kekurangan mutu.

Beras Cadangan Pemerintah (BCP) sebanyak 74 ton termasuk dalam beras yang kuranh mutu tersebut.

Menurut Kepala Sub Divisi Bulog Regional Maumere, Piter E. De Haan, beras yang turun mutu ditandai dengan kondisi berdebu dan warnanya menjadi kusam.

“Bukan rusak tetapi turun mutu karena terlalu lama disimpan,” ungkapnya kepada VoxNtt.com saat ditemui di gudang di Jl. Jend. Soedirman, Waioti, Maumere, Senin (23/10/2017).

Menurut dia turunnya mutu beras terjadi karena terlalu lama disimpan.

Selain itu, beras Bulog memang tidak tahan lama bila disimpan lebih dari 6 bulan.

Meskipun demikian, pihaknya tidak tinggal diam.

Pantauan VoxNtt.com hari itu sejumlah pekerja sedang melakukan ‘perbaikan’ mutu beras menggunakan sebuah mesin.

Beras dimasukkan ke dalam mesin yang berfungsi memisahkan debu dan biji beras yg rusak dengan beras yang baik.

Selanjutnya beras yang mutunya baik akan dikepak kembali ke dalam karung.

Saat Piter E. De Haan diwawancarai, jumlah beras yang telah melewati proses ‘perbaikan’ adalah sebanyak 139 ton.

Saat berita ini diturunkan belum diketahui perkembangannya.

Ditambahkannya saat ini pihaknya masih menunggu tambahan pasokan beras dari Bima.

“Kita butuh kurang lebih 1.500 ton lagi untuk stok sampai tahun depan,” terang dia.

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleInspektorat Matim Buntu Mediasi Kisruh Kadis PK dengan Kontraktor
Next Article Membaca “Maria Pulang” di Bulan Bahasa

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026

Uskup Ruteng: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Krisis Hati Nurani

19 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.