Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Inspektorat Matim Buntu Mediasi Kisruh Kadis PK dengan Kontraktor
NTT NEWS

Inspektorat Matim Buntu Mediasi Kisruh Kadis PK dengan Kontraktor

By Redaksi25 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Inspektorat Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Sempat ada wacana mediasi, namun hingga kini kisruh antara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur (Kadis PK Matim) Frederika Soch dengan seorang kontraktor bernama Maria Landang belum menemukan titik terang.

Polemik dugaan pemerasan terhadap Maria Landang oleh Kadis Frederika itu sempat diwacanakan bakal dimediasi oleh pihak Inspektorat Matim. Namun hingga kini masih berlanjut.

Kepala Inspektorat Matim, Mikael Kenjuru mengaku pihaknya buntu menyelesaikan persoalan dugaan pemerasan tersebut.

Itu karena kedua belah pihak saling mempertahankan kebenaran masing-masing.

“Bukti dan saksi tidak ada, bagaimana kita bisa menyimpulkan, kita buntu untuk menyelesaikan,” tegas Kenjuru saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/10/2017).

Baca Juga:

  • Kontraktor Tuding Kadis PK Matim Lakukan Pemerasan Rp 200 Juta
  • Inspektorat Sudah Panggil Kadis PK Matim dan Kontraktor Maria Landang
  • Kisruh Kontraktor Vs Kadis PK Sulit Disimpulkan Inspektorat Matim

Menurut dia, kasus tersebut sangat sulit dibuktikan dan disimpulkan pihak inspektorat. Sebab, hingga kini belum ada bukti dan saksi apakah betul Maria Landang pernah diperas oleh Kadis Frederika.

“Niat baik kami untuk menyelesaikan harus ada pengorbanan, menyampaikan hal yang sebenarnya. Tidak boleh mengarang, apalagi yang mendengarkan hanya kedua pihak. Kalau ada yang mendengarnya, kita bisa tanya ke orang lain. Ini tidak ada saksi,” tandas Kenjuru.

Sebelum menangani masalah tersebut, pihaknya berupaya agar menemukan hal positif. Namun lantaran belum ada bukti dan saksi atas dugaan pemerasan tersebut, Kenjuru berkomitmen agar menyelesaikannya secara kekeluargaan.

“Itu kita harus komitmen, apa-apa yang akan dibicaarakan. Arah pembicaraan jelas, kalau semua soal dibicarakan itu malah akan membuat masalah tambah runcing,” tegasya.

“Jika kedua belah pihak tetap pertahankan prinsip masing-masing, silahkan tempuh jalan lain,” tambah dia.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleRealisasi 5 Paket Proyek Senilai Rp 10 Miliar di Nagekeo Ditunda
Next Article 550 Ton Beras Kurang Mutu, Bulog Maumere Lakukan ‘Perbaikan’

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.