Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Realisasi 5 Paket Proyek Senilai Rp 10 Miliar di Nagekeo Ditunda
NTT NEWS

Realisasi 5 Paket Proyek Senilai Rp 10 Miliar di Nagekeo Ditunda

By Redaksi25 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Realisasi lima paket proyek senilai Rp 10 Miliar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nagekeo tahun 2017 ditunda dengan alasan yang belum jelas.

Hal itu dibenarkan Fransiskus P.G. Dajo‎, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kelima paket proyek tersebut.

Kepada VoxNtt.com melalui ponselnya, Rabu (24/10/2017) Fanci membeberkan kelima paket proyek senilai Rp 10 Miliar yang ditunda tahun 2017 itu.

Kelimanya yakni tiga paket‎ pekerjaan drainase senilai Rp 3 Miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan dua paket pekerjaan jalan senilai Rp 7 Miliar yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID).

Fanci menjelaskan, ketiga paket pekerjaan drainase tersebut yakni dalam Kota Mbay, Penginanga dan Nila.

Sedangkan dua paket pekerjaan jalan yakni di ruas Aemali-Danga.

Dia mengaku, penundaan pekerjaan tersebut dilakukan atas perintah Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo, Syarifudin Ibrahim.

“Pak jangan marah, terkait alasan pending pekerjaan itu, bisa tanya langsung ke Pak Kadis (PUPR Nagekeo) saja,” ujar Fanci saat ditanya alasan penundaan realisasi lima paket proyek tersebut.

Kendati demikian, berdasarkan informasi yang dihimpun VoxNtt.com terdapat paket pekerjaan lain yang rencananya bersamaan dilelangkan dengan kelima paket pekerjaan yang ditunda tersebut.

Paket lain yang direalisasi itu antara lain, pemasangan lampu jalan dalam Kota Mbay yang bersumber dari DAU sebesar Rp 2,5 Miliar dan tiga paket pekerjaan peningkatan jalan dalam Kota Mbay senilai Rp 30 Miliar .

Pekerjaan itu bersumber dari DAU perubahan tahun 2017 yakni pada ruas Nangaroro-Maunori dan jalan Aewoe-Wayu Pea.

‎Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas PUPR Nagekeo Syarifudin Ibrahim belum berhasil dikonfirmasi.

Ketika dihubungi melalui ponselnya, Kadis Ibrahim belum merespon. Begitu pun saat mendatangi kantornya, dia tidak ada di tempat.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleDemokrat Malaka Konsolidasi Kader Menuju Tahun Elektoral
Next Article Inspektorat Matim Buntu Mediasi Kisruh Kadis PK dengan Kontraktor

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.