Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»GMNI Sikka Ajak Kaum Muda Kawal Pancasila
MAHASISWA

GMNI Sikka Ajak Kaum Muda Kawal Pancasila

By Redaksi30 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para aktivis GMNI Cabang Sikka saat mimbar bebas di Tugu Patung Teka Iku, Jl. Don Thomas, Maumere pada Sabtu (28/10/2017) (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sikka mengajak kaum muda agar mengawal Pancasila.

Dalam mimbar bebas peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar di Monumen Teka Iku, Jl. Don Thomas pada Sabtu (28/10/2017), para aktivis GMNI Sikka berorasi mengkritisi situasi bangsa dan kebijakan-kebijakan negara yang dianggap melenceng nilai Pancasila.

Menurut Ketua GMNI Sikka, Emilianus Winfried Naga, menguatnya radikalisme di Indonesia merupakan ancaman terhadap bangsa Indonesia yang beranekaragam suku bangsa dan agama.

“Radikalisme harus ditangkal dengan membangun solidaritas dan kerja sama. Pemuda bertugas melanjutkan apa yang sudah diserukan oleh pemuda Indonesia di tahun 1928,” ujar Winfried Naga kepada VoxNtt.com di lokasi mimbar bebas.

Ditambahkannya Pancasila bukan hanya tentang keberagaman melainkan menekankan Indonesia yang berkeadilan sosial.

Winfried dan rekan-rekannya menilai saat ini Indonesia belum menjadi bangsa yang mandiri, berdaulat dan berkarakter.

Kondisi tersebut bahkan sangat nampak di Kabupaten Sikka.

Korupsi, pengambilan kebijakan yang tidak demokratis, dan kemiskinan yang terus meningkat menunjukkan bahwa walaupun toleransi di Sikka baik tetapi aspek lain dari Pancasila justru dikhianati.

“Mengawal Pancasila bukan hanya melawan radikalisme. Kita kaum muda harus berjuang mewujudkan Sikka yang memperlakukan semua orang secara setara, Sikka yang semua orang memiliki akses politik, dan Sikka yang sejahtera serta berkeadilan sosial,” tegasnya.

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleSabda Mendagri di Bukit Fulan Lehan
Next Article Pasar Danga Penuh, Para Pedagang Jual di Pinggir Jalan

Related Posts

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Latih Siswa SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese Tarian Sae Tiba Meka

14 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.