Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jaga Kearifan Lokal, FIRD Dorong Pemda Ende Bentuk Desa Adat
NTT NEWS

Jaga Kearifan Lokal, FIRD Dorong Pemda Ende Bentuk Desa Adat

By Redaksi6 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur FIRD Ende, Vinsen Sangu (Foto: Dok. Vinsen)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Flores Institute for Resources Development (FIRD) Ende mendorong Pemerintah Kabupaten Ende untuk membentuk desa adat.

Alasannya, untuk mempertahankan kearifan lokal serta tradisi kebudayaan yang diwariskan leluhur.

Direktur Fird Vinsen Sangu mengatakan, Kabupaten Ende masih memiliki kekayaan yang luar biasa.

Selain kekayaan alam yang gencar dipromosikan, bumi Ende masih memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal.

Untuk itu, ia berharap kekayaan tersebut dapat diatur melalui desa adat berkolaborasi dengan sistem kepemerintahan.

“Konteks ini bahwa komunitas adat di Ende masih hidup. Kita ingin dengan ruang yang diberikan undang desa bisa merubah menjadi desa adat,”katanya kepada Voxntt.com, Senin (6/11/2017) pagi.

Vinsen menjelaskan, kepentingan membentuk desa adat adalah untuk mengangkat kearifan lokal, budaya dan menatap masyarakat untuk tidak larut dari perkembangan arus globalisasi.

Dengan demikian, ciri khas lokal tetap terpelihara oleh roh dan spirit yang diwariskan leluhur.

“Menegaskan ciri khas lokal dan desa adat bisa mengembang berdasarkan kearifan, berdasarkan sumber daya. Sehingga kampung atau desa adat mampu menampilkan kekhasan lokal yang sesungguhnya,”ungkap dia.

Saat kunjungan kerja Bupati Marselinus YW Petu dan Wakil Bupati H. Djafar Ahmad di Desa Watunggere, Kecamatan Detukeli baru-baru ini, Vinsen juga mengusulkan hal serupa.

Gagasan ini pun direspon Bupati Ende Marselinus YW Petu dihadapan para tetua adat.

Bupati mengatakan jika disetuju oleh tokoh adat (mosalaki) maka akan dibentuk.

Beliau mengingatkan jika dibentuk maka desa adat harus menjadi panutan bagi desa atau kampung adat lainnya.

“Ketika persoalan adat disentuh oleh pemerintah maka nilai magisnya akan hilang. Maka ini harus inisiatif sendiri oleh bapak-bapak Mosalaki,”katanya.
Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleTiga Pemuda di Nagekeo Perkosa Gadis di Bawah Umur secara Bergilir
Next Article Kadis PK Matim Didesak Segera Copot Kepala SDK Pesi

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.