Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tuntut Copot Kepala SDK Pesi, Orangtua Murid Datangi Dinas PK Matim
NTT NEWS

Tuntut Copot Kepala SDK Pesi, Orangtua Murid Datangi Dinas PK Matim

By Redaksi7 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Dinas PK Matim (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Orangtua murid Sekolah Dasar Katolik (SDK) Pesi, Desa Golo Ndari, Kecamatan Poco Ranaka kembali mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur (PK Matim), Selasa (06/11/2017).

Mereka datang mendesak Dinas PK Matim agar segera mencopot Kepala SDK Pesi, Belasius Edon dari jabatannya.

Desakan itu dipicu karena Kepsek Belasius memecat dua guru komite di SDK Pesi yang menurut orangtua murid dilakukan secara sepihak. Keduanya yakni, Paulus Karman, S.Pd dan Inosensia Sartini Daum.

Paulus sudah empat tahun mengabdi di SDK Pesi. Sedangkan Inosensia sudah dua tahun.

Paulus dan Inosensia dipecat sepihak oleh Kepsek Belasius pada awal tahun pelajaran 2017/2018.

Emanuel Syukur, juru bicara orangtua murid SDK Pesi kepada VoxNtt.com, Selasa, mengatakan pihaknya mendatangi Dinas PK Matim lantaran dinilai lamban menggantikan Kepsek Belasius.

Pasalnya, sudah beberapa bulan lalu pihak orangtua melayangkan surat pengaduan ke Dinas PK Matim.

Namun, sampai hari ini tidak ada kabar terkait pengaduan untuk menggantikan Kepsek Belasius.

“Kami datang karena sudah tidak tahan menunggu. Sudah terlalu lama kami menuntut ini. Tetapi tidak ada realisasinya. Makanya hari ini kami datang ke dinas. Kami minta dinas secepatnya proses ganti kepala SDK Pesi,” tegas Emanuel.

Emanuel menambahkan, pasca media massa memberitakan Kepsek SDK Pesi memecat dua guru tersebut secara sepihak, situasi di kampungnya tidak aman.

Persoalan itu kata dia, telah menuai pro dan kontra di Kampung Pesi.

“Situasi di kampung sudah tidak aman setelah ada berita di media massa bahwa kami mengadu ke dinas soal pemecatan guru di SDK Pesi,” ujar dia.

Emanuel menegaskan, jika kedatangan mereka kali ini tidak kunjung direlisasi oleh Dinas PK Matim, pihaknya langsung memagar gedung SDK Pesi. Sebab mereka sudah tidak mau lagi dipimpin oleh pemimpin yang bersikap otoriter.

“Saya tadi menyampaikan itu di dinas. Kami sudah tidak bersabar lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan, di Dinas PK Matim pihaknya diterima oleh Kasubag Kepegawaian, Benediktus Fir.

“Pa Beni tadi berjanji akan menindaklanjuti tuntutan kami. Pihak dinas juga sudah mengusulkan pergantian kepala SDK Pesi ke BKD. Kami tunggu janji ini. Kami akan kawal terus. Jangan hanya bilang nanti-nanti saja. Mesti ada realisasinya,” tegas Emanuel.

Untuk diketahui, Emanuel Syukur mendatangi Dinas PK Matim didampingi ketua Komite SDK Pesi, Maksimus Selamat.

Selain itu juga, dua orang guru SDK Pesi yang dipecat sepihak oleh kepala SDK Pesi, Paulus Karman, S.Pd dan Inosensia Sartini Daum.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticlePPK di Matim Diharapkan Jaga Integritas
Next Article PAN Ngada Gelar Edukasi Politik untuk Pemilih Pemula

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.