Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kapolres Ende: Dugaan Gratifikasi Belum Ada Bukti Baru
NTT NEWS

Kapolres Ende: Dugaan Gratifikasi Belum Ada Bukti Baru

By Redaksi9 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolres Ende AKBP Ardiyan Mustaqim saat ditemui wartawan di ruang kerjanya belum lama ini (Foto: Ian Bala/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kapolres Ende AKBP Ardiyan Mustaqim menanggapi aksi dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flores-Lembata, Kamis (09/11/2017).

Aksi elemen ini masih berkaitan dengan dugaan kasus korupsi gratifikasi oleh oknum Anggota DPRD Ende dan Dirut PDAM Soedarsono.

Kapolres Ardiyan menegaskan kasus dugaan gratifikasi tersebut masih tahap lidik. Sebab belum ditemukan bukti-bukti baru yang mengarah tindakan pidana korupsi.

Sehingga, kata Kapolres, laporan kasus tersebut belum dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Kalau untuk permasalahan itu, begitulah kondisinya. Kita masih lidik dan belum ada bukti-bukti baru,”katanya kepada awak media di Aula Cita Rasa, Jalan Kelimutu Ende, Kamis siang.

Baca: Gertak Flores Sebarkan Selebaran Bertulis “Perampok Uang Rakyat”

Ia menjelaskan sejumlah Anggota DPRD belum diperiksa sebab masih tahap lidik. Apabila menemukan bukti-bukti baru maka akan ditindaklanjuti.

“Ya, sementara begini. Begini saja. Jadi tidak bisa maju dulu karena belum ada bukti baru,”ungkap Kapolres usai ditanya perkembangan kasus tersebut.

Beliau menegaskan, pihaknya menjalankan tugas secara profesional tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

 

Penulis: Ian Bala

Editor: Adrianus Aba

 

 

Ende
Previous ArticleSingkirkan Widya Bhakti, SMA St. Klaus Kuwu Lolos ke Final
Next Article Peserta Pemutakhiran Data di Nagekeo Kecewa

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.