Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Peserta Pemutakhiran Data di Nagekeo Kecewa
Regional NTT

Peserta Pemutakhiran Data di Nagekeo Kecewa

By Redaksi9 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Victor Madur,wakil bupati Manggarai saat ditemui VoxNtt.com di aula Kantor Bupati Nagekeo, Kamis (09/11/2017). (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Peserta pemutakhiran data sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi NTT semester II yang berlangsung di Kabupaten Nagekeo pada 8-11 November 2017,‎ kecewa.

Salah satu peserta yang kecewa dengan kegiatan tersebut ialah Wakil Bupati Manggarai, Victor Madur.

Kekecewaan Madur terutama karena pihak kejaksaan dan kepolisian hanya mengutus Kasie Pidum dan Kapolsek sebagai pemateri dalam pemutakhiran data tersebut.

Padahal menurut wakil bupati yang berpasangan dengan Deno Kamelus itu, pemateri kegiatan pemutakhiran data seharusnya Kajati dan Kapolda NTT, atau minimal Kajari dan Kapolres.

Hal itu mengingat audiens yang datang adalah para bupati, wakil bupati, kepala inspektorat, dan sekda di Provinsi NTT.

“Kalau betul-betul kita ini punya komitmen untuk memberantas korupsi, karena persoalan yang mengambil keputusan atau kebijakan ada tingkatan yakni hanya kajari dan kapolres bukan bawahannya,” ujar Madur yang ditemui VoxNtt.com di aula Kantor Bupati Nagekeo, Kamis (09/11/2017).

Baca: KPK ke Nagekeo, Ada Apa?

Apalagi  kata dia,  materi itu fokus pada pencegahan. Artinya, kegiatan tersebut harus menghasilkan rekomendasi yang baik, terutama yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi.

“Karena kita bicara dari aspek pencegahan, karena tetap nanti dieksennya. Kan kita lihat di hilirnya bukan di hulunya.Kan tadi kita bicara proses perencanaan, penganggaran, sampai bugeting, itu kita setuju. Karena di setiap kabupaten saya rasa sudah dilaksanakan,” katanya.

Penulis: Arkadius Togo

Editor: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai Nagekeo
Previous ArticleKapolres Ende: Dugaan Gratifikasi Belum Ada Bukti Baru
Next Article Kades Waling Matim Intimidasi Penerima Raskin

Related Posts

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.