Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Sejumlah Puskesmas di  TTU Kekosongan dokter
MAHASISWA

Sejumlah Puskesmas di  TTU Kekosongan dokter

By Redaksi14 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Kesehatan TTU, Zakarias Dari Fernandez. (Foto: Pos Kupang)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Sejumlah Puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten TTU hingga saat ini mengalami ketiadan dokter, di antaranya Puskesmas Manumean, Inbate, Tasinifu, Ponu serta Puskesmas Oemeu.

“Selain beberapa Puskesmas yang tidak ada dokter, beberapa Puskesmas lain hingga saat ini memiliki dokter umum sedangkan dokter gigi tidak ada jadi ketersediaan dokter di TTU saat ini baru mencapai 65%-70%,” jelas Kepala dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Dr. Zakarias Dari Fernandez saat diwawancarai VoxNtt.com di Kantor Camat Insana Barat di sela-sela perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52, Senin (13/11/2017) kemarin.

Fernandez menjelaskan, guna mengatasi kekosongan dokter tersebut, Pemda dan DPRD TTU saat sidang APBD perubahan telah menyetujui anggaran untuk penambahan 6 orang dokter PTT.

Sementara terkait kekosongan obat di RSUD dan Puskesmas yang selama ini dikeluhkan oleh pasien, Fernandez menjelaskan, pada dasarnya ketersediaan obat selalu ada.

Namun pihaknya perlu melakukan pembenahan manajemen, sehingga pendistribusian obat ke semua Puskesmas selalu tepat waktu.

“Alokasi dana untuk obat itu Rp 5 miliar per tahun. Jadi, tidak mungkin ada ketersediaan obat hanya kami perlu lakukan pembenahan manajemen saja, sehingga distribusi obat ke semua Puskesmas dapat selalu tepat waktu,” tutur Fernandez.

Lebih jauh Fernandez mengungkapkan, moment HKN yang digelar hari merupakan saat yang tepat untuk pihaknya mengevaluasi kembali kinerja pihaknya selama ini.

Ia juga berharap adanya kritikan dan saran yang membangun demi perbaikan kinerja pihaknya ke depannya.

“Kami butuh dukungan masukan dan kritikan dari semua pihak,jangan segan-segan untuk mengkritik kami bila ada yang salah,ini semua demi perbaikan pelayanan kesehatan bagi masyrakat seluruhnya,” ungkap Fernandez.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

 

TTU
Previous ArticlePohon Tumbang, Tiang Listrik Milik PLN Kefamenanu Roboh
Next Article Kasat Pol PP Minta Maaf

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.