Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Penderita AIDS di TTU Kian Meningkat
KESEHATAN

Penderita AIDS di TTU Kian Meningkat

By Redaksi17 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Plt. Dirut RSUD TTU, Robertus Tjeunfin. (Foto: Eman Tabean)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

 

Kefamenanu, Vox NTT- Jumlah pasien penderita penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus meningkat.

Pada bulan Agustus lalu RSUD TTU menangani 34 pasien yang berstatus postif AIDS. Jumlah itu mengalami peningkatan di bulan Oktober menjadi 45 pasien.

“Sampai bulan Agustus itu jumlah pasien penderita AIDS yang kita rawat itu 34 orang. Sedangkan pada bulan September dua orang dan Oktober sembilan orang. Jadi totalnya 45 orang pasien atau meningkat sebanyak 11 kasus dalam dua bulan terakhir,” jelas Plt. Dirut RSUD TTU, Robertus Tjeunfin saat diwawancarai VoxNtt.com, Kamis (16/11/2017).

Robert menjelaskan, sesuai data yang mereka miliki, jumlah pasien penderita AIDS terbanyak dari dalam kota Kefamenanu dan selebihnya dari luar kota.

Tingginya angka penderita AIDS ini jelas Robert, disebabkan oleh kebiasaan seks bebas serta kebiasaan berganti pasangan.

“Ini karena memang kebiasaan hidup seks bebas. Jadi, saya himbau kepada kita semua agar menguatkan iman dan keyakinan serta menghindari gaya hidup seks bebas. Sehingga tidak tertular penyakit mematikan ini,” tegasnya.

Ketika ditanya soal strategi penanganan terhadap 45 pasien tersebut. Robert mengatakan,

Pihak rumah sakit melakukan penanganan yang bersifat kuratif, yakni pengobatan terhadap gejala dan pendampingan untuk memberikan konseling, penguatan secara psikologis terhadap para pasien.

Selain penderita AIDS juga terdapat penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV). Sejak  tahun 2006 sampai sekarang jumlahnya mencapai 300an kasus.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

TTU
Previous ArticleSejumlah Bangunan SMP Negeri di TTU Masih Darurat
Next Article Lena Mbau Belum Jadi Tersangka

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.