Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Sejumlah Bangunan SMP Negeri di TTU Masih Darurat
HEADLINE

Sejumlah Bangunan SMP Negeri di TTU Masih Darurat

By Redaksi17 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas PKO Kabupaten TTU,Drs. Emanuel Anunu. (Foto: Eman Tabean)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Sebanyak lima Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang berada di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) masih menggunakan gedung darurat.

Lima sekolah Itu di antaranya SMP Satap Negeri Heut Utan di kecamatan Biboki Moenleu, SMP Satap Negeri Oesoko, SMPN Maria Bitauni serta SMP Satap Nian dan SMP Satap Noebesi di kecamatan Miomafo Barat.

“Gedung darurat tersebut dibangun secara swadaya oleh para orang tua murid. Kita akan upayakan dana pada tahun depan, agar bisa segera dibangun gedung sekolah baru,” jelas Kepala dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten TTU, Emanuel Anunu saat diwawancarai VoxNtt.com di ruang kerjanya, Jumat (17/11/2017).

Sementara terkait sekolah yang mengalami kekurangan ruang kelas seperti yang dialami oleh SMPN Opo, Anunumenjelaskan, pihaknya terus berupaya agar pada tahun 2018 nanti, sudah ada alokasi dana untuk penambahan ruang kelas baru.

Anunu pun mengakui bahwa masih ada sekolah-sekolah tertentu yang masih mengalami kekurangan guru, khususnya guru PNS.

Mengatasi masalah tersebut, Anunu mengatakan, Bupati Ray Fernandes sudah memerintahkan, agar pada semester baru nanti dilakukan mutasi guru dari yang kelebihan guru, ke sekolah yang kekurangan guru.

“Nanti pergeseran saja dari sekolah yang kelebihan guru ke yang kekurangan guru. Tapi itu baru bisa dilakukan pada semester baru nanti, agar tidak mengganggu KBM yang sementara berjalan saat ini,” jelasnya.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

TTU
Previous ArticleUmat TTS Tolak Usulan Rp 1,5 miliar untuk Ziarah 40 Rohaniawan
Next Article Penderita AIDS di TTU Kian Meningkat

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Uskup Ruteng: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Krisis Hati Nurani

19 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Kerajaan dan Keadilan yang Dibangun dalam Roh vs Yang Dibangun dalam Nafsu

19 Juli 2026

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.