Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Umat TTS Tolak Usulan Rp 1,5 miliar untuk Ziarah 40 Rohaniawan
HEADLINE

Umat TTS Tolak Usulan Rp 1,5 miliar untuk Ziarah 40 Rohaniawan

By Redaksi17 November 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Colosseum, Rome, City, salah satu destinasi wisata rohani di roma. (Foto: The_Double_A)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT- Rencana Komisi IV DPRD TTS mengusulkan dana 1,550 Miliar untuk memberangkatkan 40 Rohaniwan ke Israel dan Roma untuk melakukan wiasata rohani mendapat penolakan dari umat.

Sejumlah umat menilai, tidak ada hal yang urgensi dan sama sekali tidak bermanfaat untuk kepentingan masyarakat TTS dan umat.

Menurut Elly Neonufa, jamaat GMIT gereja Sesawi Oekamusa Soe TTS, Komisi IV DPRD TTS mengusulkan anggaran 1,550 Miliar yang diperuntukan bagi siarah rohani dari 40 rohaniawan ke Israel dan Roma sangat tidak tepat.

Bahkan kata Elly, tidak ada korelasinya serta sama sekali tidak bermanfaat bagi umat secara khusus dan masyarakat TTS pada umumnya.

“Sangat tidak tepat sasaran dan sangat tidak bermanfaat bagi umat dan masyarakat TTS secara umum. Itu cuma perjalanan wisata rohani yang sama sekali tidak ada manfaatnya,” tegas Elly saat diwawancarai VoxNtt.com, Kamis (16/11/2017) kemarin.

Elly pun mempertanyakan alasan Komisi IV DPRD TTS mengusulkan anggaran sebesar itu hanya untuk wisata rohani yang sama sekali tidak ada manfaatnya bagi umat dan masyarakat TTS.

Aktivis PIAR tersebut melanjutkan, jika dewan secara institusi menyetujui usulan tersebut maka sama halnya dewan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat yang semestinya diutamakan.

“Sebaiknya dewan menganggarkan dana untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat saja. Tidak perlu usulkan anggaran yang hanya menghabiskan dana dari APBD yang tidak ada manfaatnya bagi masyarakat ataupun umat,” kata Elly.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pdt. Emeretus Ibrahim Taemenas,S.Th yang pernah bertugas di Gereja GMIT Arit Fotilo Amanatun Utara.

Menurut Ibrahim, sebaiknya dewan mengusulkan anggaran yang lebih bermanfaat bagi umat, misalnya pemberdaya ekonomi umat ataukah kalau bisa anggaran tersebut diperuntukan untuk pembangunan rumah-rumah ibadah.

“Sebaiknya usulkan anggaran untuk permberdayaan ekonomi umat, atau disumbangkan untuk pembangunan rumah ibadah karena jauh lebih bermanfaat bagi umat. Tidak ada manfaatnya jika anggaran sebesar itu untuk membiayai rohaniwan pergi siarah rohani ke Israel dan Roma,” tegas Taemenas.

Baik Elly Neonufa maupun Ibrahim Taemenas meminta agar dewan secara institusi menolak usulan dari komisi IV karena usulan tersebut amat sangat tidak bermanfaat.

Keduanya menduga usulan anggaran 1,5 miliar untuk siarah rohani bagi 40 rohaniawan TTS itu hanya akal-akalan saja karena bisa jadi, baik komisi IV maupun anggota dewan lainnya yang juga ingin ikut dalam wisata rohani tersebut atau bisa jadi ada keluarga dewan yang rohaniwan yang menunggangi dewan untuk plesiran dengan menggunakan dana APBD TTS.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan hasil pembahasan Komisi IV DPRD bersama 11 mitra kerja yang copiannya diperoleh media ini, Komisi IV DPRD TTS menganggarkan dana 1,5 miliar lebih di bagian Kesra Setda Kabupaten TTS untuk perjalanan siarah rohani bagi 40 Rohaniawan di Kabupaten TTS untuk dibahas ditingkat Badan Anggaran (BANGGAR) DPRD TTS.

Hingga berita ini diturunkan belum ada anggota dewan yang menjelaskan alasan pengusulan dana 1,5 miliar lebih untuk wisata rohani, sementara masih ada kebutuhan lain yang perlu diprioritaskan dibandingkan hanya sekedar wisata rohani 40 orang rohaniawan.

Penulis: Paul Resi
Editor: Boni Jehadin

TTS
Previous ArticleAda Bau Tak Sedap di Dinas P3A NTT
Next Article Sejumlah Bangunan SMP Negeri di TTU Masih Darurat

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.