Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Seorang Ibu Diduga Ditendang Penjaga Pasar Danga Hingga Kencing Keluar
HEADLINE

Seorang Ibu Diduga Ditendang Penjaga Pasar Danga Hingga Kencing Keluar

By Redaksi18 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Leonarda Dora (47)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT– Pil pahit terpaksa harus ditelan Leonarda Dora (47), warga asal Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Pedagang yang mengadu nasib sebagai penjual sayur di pasar Danga itu mengaku mendapat perlakuan kasar oleh Hermanus Alo.

Hermanus diduga Leonarda sebagai penjaga di pasar Danga.

“Saat kami lagi ngobrol dengan mama Sri, tiba-tiba saja, saya dilempar dengan cerek yang berisikan air oleh Hermanus Alo. Pada saat saya tole ke belakang, Herman langsung tumbuk di kepala bagian belakang satu kali,” kata Leonarda kepada wartawan, Sabtu (18/11/2017).

“Saya tanya kenapa saya dipukul?. Bukan menjawab malah pelaku memukul lagi saya di pipi kanan dua kali. Dengan di mulut satu kali. Bukan hanya itu, saya malah ditendang kaki yang beralasan sepatu di paha saya. Terus terang pak, saya sampai kencing di celana akibat tendangan itu,” katanya lagi.

Atas kejadian itu, Mama Dora biasa ia disapanya langsung melaporkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Aesesa pada Selasa 14 November lalu.

Mama Dora berharap agar pihak penegak hukum segara menahan pelaku dan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Kapolsek Aesesa AKP Ahmad membenarkan adanya laporan Mama Dora tersebut.

AKP Ahmad mengungkapkan‎, insiden itu terjadi pada hari Selasa,14 November sekitar pukul 07.00 Wita.

Saat itu Mama Dora sedang berjualan di pasar Danga. Namun tiba-tiba didatangi yang mengaku sebagai petugas keamanan pasar.

Petugas itu lalu menyuruh Mama Dora untuk memindahkan barang dagangan yang kebetulan dijual tidak pada tempatnya.

Mama Dora kemudian memindahkan jualannya ke atas meja.

“Lalu ada teman Leonarda Dora (47) bertanya kenapa jualannya pindah?. Kemudian Korban menjawab petugas larang jangan jual di situ mungkin orang lewat kita pegang orang punya telur,” kata AKP Ahmad.

Dia mengatakan, tiba- tiba pelaku melempari Mama Dora dengan menggunakan cerek air. Namun tidak mengenai korban.

Kemudian pelaku mendatangi korban dan langsung menampar sebanyak satu kali yang mengenai tengkuk.

Saat korban balik badan tiba-tiba pelaku langsung memukul dengan menggunakan kepalan tangan satu kali di mulut dan dua kali di pipi kanan.

Bukan hanya itu, pelaku selanjutnya menendang di bagian paha kiri Mama Dora sebanyak satu kali.

Menurut AKP Ahmad, hingga kini polisi belum melakukan penahanan terhadap pelaku.

“Kita masih dalami lagi kasus itu. Kalau bukti sudah cukup kita akan tahan pelaku. Untuk sementara kita sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan, VoxNtt.com belum berhasil mengonfirmasi kejadian tersebut ke Hermanus Alo yang diduga sebagi pelaku kekerasan tersebut.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleSeminar Internasional STKIP Ruteng Berduka
Next Article Bangun Anjungan, TN Kelimutu Dinilai Merusak Lingkungan

Related Posts

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.