Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Ini Total Potensi Lahan Garam di Nagekeo
Ekbis

Ini Total Potensi Lahan Garam di Nagekeo

By Redaksi20 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Nagekeo Elias Djo, ‎Direktur Jendral Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan penguasaan tanah Kementrian agraria dan tata ruang atau badan pertanahan Nasional Budi Situmorang, ‎Presiden Direktur PT. Cheetham Garam Indonesia‎ Arthur T, beserta rombongan meninjau pabrik garam beryodium dan tambak garam yang ada di Nggolonio
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Presiden Direktur PT Cheetham Garam Indonesia, Arthur Tanudjaja menjelaskan, ada sebanyak 2000 hektare potensi lahan garam yang bisa dikembangkan di kabupaten Nagekeo.

Namun sayangnya, potensi lahan yang tersebar di Kecamatan Aesesa dan Wolowae tersebut belum  semua dimanfaatkan.

Kata dia, selama ini pengelolaan garam di Nagekeo telah ada Pabrik Garam dari PT Cheetam Garam Indonesia dengan luas lahan sekitar 500 hektare lebih.

Direncanakan pada tahun 2018 mendatang bisa mencapai 600 hektare lahan garam yang dikelola.

“Selain itu ada juga sebagian masyarakat yang juga mengelolah tambak garam. Jadi tahun depan diperkirakan PT Cheetam Garam Indonesia sudah bisa mengelola lahan dengan luas 600 hektare. Sekarang kami baru mengelolah sekitar lima ratus lebih hektar,” kata‎ ‎ Arthur Tanudjaja kepada wak media di aula Setda Nagekeo, belum lama ini.

Arthur mengatakan, ada beberapa variabel suatu daerah bisa dikatakan sebagai penghasil garam. Variabel itu yakni air laut, lahan dan cuaca.

Walaupun air laut banyak, tapi tidak didukung dengan lahan atau cuaca yang baik, tidak mungkin bisa menghasilkan garam.

Selanjutnya,  mesti ada investor yang mau menanam modalnya, terutama dalam pengelolaan garam.

“Saat ini , kita lihat dukungan pemerintah sudah ada, namun jangan lupa dukungan masyarakat juga lebih penting. Saat ini sudah mulai positif dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Arthur  menjelaskan PT Cheetam Garam Indonesia selama ini telah memroduksi garam di Nggolonio. Namun belum maksimal.

Idealnya pabrik harus bisa beroperasi 24 jam dan bisa menghasilkan garam 15.000 ton/ tahun.

Akan tetapi PT Cheetam Garam Indonesia selama ini baru beroperasi tujuh jam dengan hasil 4000 ton / tahun.

 

‎

Penulis: Arkadius Togo

Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleKementrian Perindustrian Janjikan NTT Jadi Pusat Produksi Garam
Next Article Reba, A National Non-Objects Cultural Heritage of Ngada

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.