Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Kementrian Perindustrian Janjikan NTT Jadi Pusat Produksi Garam
Ekbis

Kementrian Perindustrian Janjikan NTT Jadi Pusat Produksi Garam

By Redaksi20 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penampakan produksi garam lokal di Desa Tonggurambang Nagekeo (Foto : Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Kementrian Perindustrian telah menyepakati dan berkomitmen menjadikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai pusat produksi garam. Itu  untuk memenuhi kebutuhan garam nasional.

Presiden Direktur PT Cheetham Garam Indonesia, Arthur Tanudjaja mengatakan, kepercayaan Pemerintah Pusat itu perlu disikapi dengan pemanfaatan potensi lahan garam yang ada untuk dikelola.

Pemanfaatan tersebut tentu saja agar Program Nasional Swasembada Garam dapat terwujud.

Penegasan Arthur Tanudjaja tersebut disampaikan dalam seminar dengan tema “Prospek Swasembada Garam Nasional Antara Peluang dan Tantangan” yang diselenggarakan oleh PT Cheetam Garam Indonesia bekerjasama dengan pemerintah daerah yang berlangsung di Aula Setda Nagekeo, Jumat ( 17/11/2017).

Menurut Arthur Tanudjaja, secara nasional, Indonesia mengalami persoalan kelangkaan garam konsumsi.

Untuk mengatasi kelangkaan yang berujung pada kenaikan harga garam, pemerintah membuka impor garam dari Australia.

Dalam skala NTT dan Nagekeo khususnya, memiliki lahan potensi pengembangan garam lebih besar dibanding Madura. Sebagai perbandingan, Madura memiliki 60 – 70 hektare. Sementara di NTT ada 13.000 hektare.

Angka 13.000 hektare ini, kata Arthur Tanudjaja, merupakan lahan potensi tambak garam di NTT.

Lahan garam tersebar di pulau Sabu, Kupang, Rote, Sumba Timur, Ende, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Dia mengatakan, NTT sangat pantas dijadikan sebagai wilayah pengembangan industri garam nasional.

Hal tersebut terutama karena potensi panas panjang bisa mencapai 9 bulan.

Kondisi cuaca tersebut tentu berbeda dengan daerah lain di Pulau Jawa yang hanya mencapai 5 bulan dan laut biru yang hampir tidak tercemar.

Untuk itu diperlukan optimalisasi potensi lahan garam di NTT khususnya di Nagekeo.

Potensinya sangat besar dan kualitasnya pun sangat tinggi bila dibandingkan dengan daerah lain.

 

Penulis: Arkadius Togo

Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleTanjung Bastian Bak Tempat Sampah dan Kandang Kambing
Next Article Ini Total Potensi Lahan Garam di Nagekeo

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
Terkini

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.