Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Guru di TTU Jadi Tersangka Pencabulan Anak
HEADLINE

Guru di TTU Jadi Tersangka Pencabulan Anak

By Redaksi22 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- HLN (58), oknum guru SD GMIT IV Kefamenanu yang beberapa waktu lalu dilaporkan ke Polres TTU atas dugaan telah melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah muridnya, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak penyidik polres TTU.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, oknum guru yang sejak tanggal 6 Oktober 2017 sudah ditarik untuk menjalani pembinaan di dinas PPO Kabupaten TTU, langsung ditahan di sel tahanan mapolres setempat pada selasa(21/11/2017).

“Yang bersangkutan (oknum guru HLN) sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita tahan sejak kemarin (selasa),” jelas Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Nyoman Gede Arya saat diwawancarai VoxNtt.com di Mapolres TTU, Rabu(22/11/2017).

Baca: Sinode GMIT Kawal Kasus Plecehan Seksual Anak di TTU

Nyoman menambahkan, sesuai laporan yang diterima pihaknya, jumlah korban mencapai 1 rombongan belajar dengan jumlah total 30 orang siswa.

Namun Nyoman mengaku dirinya tidak memastikan apakah semuanya menjadi korban atau tidak, lantaran masih dalam proses penyidikan.

Lebih jauh Nyoman menegaskan, saat ini pihaknya betul-betul intens melakukan penanganan terhadap kasus ini, sehingga pekan depan ditargetkan akan dilakukan pelimpahan tahap 1.

“Pasal yang kita terapkan itu menggunakan UU No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dibawah umur,kita akan fokus tangani kasus ini, sehingga pekan depan sudah kita lakukan pelimpahan,” jelas Nyoman.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

TTU
Previous ArticleDrainase Tidak Diperhatikan, Warga Ancam Blokir Jalan Kembur-Nceang
Next Article 51 Kelurahan di Kota Kupang Kampanyekan TPPO

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.