Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ini Penjelasan Polres Sikka Terkait Temuan Onggokan Daging di Waioti
NTT NEWS

Ini Penjelasan Polres Sikka Terkait Temuan Onggokan Daging di Waioti

By Redaksi22 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tim INAFIS Polres Sikka sedang melakukan identifikasi (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Terkait temuan onggokan daging dalam kantong plastik di Waioti, Selasa (21/11/2017) malam, Kabag Humas Polres Sikka, Iptu Margono menerangkan, daging yang diduga janin tersebut ternyata adalah ari-ari.

“Setelah diperiksa bidan di ruang mayat, tadinya yang disangka janin ternyata adalah plasenta atau ari-ari,” kata Margono melalui WhatsApp kepada VoxNtt.com, Rabu (22/11/2017) pagi hari.

Doa dan harapan yang tertulis pada buku yang ditemukan bersama ari-ari (Foto: Dok. Polres Sikka)

Lebih jauh, Margono menerangkan pihak Polres Sikka saat ini sedang melakukan Pulbaket di sekitar TKP, untuk menemukan orang tua bayi pemilik ari-ari tersebut.

Bukti lain yang memperkuat temuan ari-ari tersebut adalah, adanya pulpen dan buku tulis pada kantong plastik lain yang ditemukan bersamaan dengan kantong plastik berisi onggokan daging.

Baca: Heboh, Penemuan Daging dalam Kantong Plastik di Waioti

Dalam buku tersebut ditemukan tulisan “Dia lahir ke dunia karena kehendakMu, maka terjadilah padanya menurut kehendakMu.

Jadilah anak yang berguna bagi orang tua, sesama, terutama demi kemuliaan Tuhan.”

Informasi yang dikumpulkan VoxNtt.com dari berbagai sumber, beberapa komunitas memiliki tradisi menggantung ari-ari di pohon. Ada pula kebiasaan menyertakan pulpen dan buku pada ari-ari.

Chen, salah seorang warga Waioti yang dihubungi media ini pada Rabu (22/11/2017) pagi menilai, isi surat tersebut menunjukkan bahwa doa tersebut diperuntukkan untuk anak yang baru lahir.

“Bagaimana mungkin dia tulis doa untuk anaknya kalau itu hanya janin? Justru karena itu ari-ari makanya anak pemilik ari-ari itu didoakan seperti itu,” tandasnya.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticlePanwaslu dan Demokratisasi Kepengawasan  
Next Article Misteri Kematian Mahasiswi Unimor Terungkap

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.