Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Sepucuk Surat Guru Komite Flores untuk Jokowi
NTT NEWS

Sepucuk Surat Guru Komite Flores untuk Jokowi

By Redaksi25 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sepucuk surat dari Guru Komite, Matim Flores NTT (Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Nasib guru komite SMA/SMK di NTT khususnya di Manggarai Timur sungguh memprihatinkan.

Bayangkan bekerja setiap hari dari jam 07.00 sampai jam 01.00 siang. Namun, pengabdian mereka hanya dibayar dengan upah 300 ribu per bulan.

Di hari ulang tahun guru, hari ini Sabtu (25/11/2017) mereka pun bersuara agar nasib para guru komite diperhatikan presiden RI, Jokowi lewat sepucuk surat.

Surat yang ditulis Forum Guru Komite di Manggarai Timur yang salinanya diterima VoxNtt, Sabtu (25/11/2017) dengan kop suratnya “Dari Timur untuk Bapak Jokowi”.

Berikut isi suratnya:

Bapak Jokowi,,,

Salam Hormatku,,,

Dari pinggiran selatan Indonesia Timur kutuliskan surat itu dengan penaku, pena yang melekat di baju usangku ketika aku masuk kelas untuk bekerja “mencerdaskan anak bangsa” yang jelas tertulis dalam UUD 1945.

Surat ini kutulis dengan tinta yang hampir habis karena mengisi data siswaku serta tulisan nilai yang harus kuberikan untuk mereka.

Gajiku tidak cukup menghidupi diriku apalagi istri dan anakku. 300 ribu adalah gaji pelanjut cita-cita dan tujuan UUD 1945. Boleh aku minta sedikit, 0,0001 persen gaji bapak buat tambahan gajiku?

Aku kadang menyesal dalam kelemahan manusiawiku, karena memilih jalan ini. Tetapi, aku lebih yakin bahwa bapak pasti punya hati nurani untuk mendengar jeritanku ini.

Sampaikan salamku kepada anak dan cucu bapak yang ada di sana. Katakan pada mereka, jangan menjadi guru agar nasibnya tidak seperti aku yang menulis surat curhatku ini. Titip salamku untuk bapak Mentri, kalau ada waktu datang kunjung kami di ujung timur bagian selatan Indonesia, dan tidak lupa mendoakan pada hari ulang tahun guru.

25 November, 2017, Guru Komitemu, Flores Nusa Tenggara Timur.

 

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleJelang Natal, Tak Ada Lonjakan Harga Sembako di Ende
Next Article Save the Plant Through Indigenous Rituals in “Tana Nggoro”

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.