Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Terjebak dan Kusebut ‘Guru’-Puisi Febhy Irene
Sastra

Terjebak dan Kusebut ‘Guru’-Puisi Febhy Irene

By Redaksi25 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Margareth Febhy Irene
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

“TERJEBAK & KUSEBUT ‘GURU’

Sering kali aku terjebak

Di rona matamu aku takut membumkam banyak tanya

Sering kali aku terjebak

Di nyiur suaramu aku mendengar banyak celoteh dongeng lama

Sering kali aku terjebak

Di seduhan kasihmu saat mengucapkan selamat pagi dan siang

Sering kali aku terjebak

Begitu saja sampai mengerti rasanya mengenal A sampai Z

Sering kali aku terjebak

Pada mimpiku yang jadi nyata

Ibu

Bapak

Adakah kita barteran?

Aku mengenalmu dengan sebuah nama “Guru”

Sampai aku terbangun lalu menemukanmu di pelupuk embun sempurna

Terima kasih

Aku kini menuliskan sebingkis puisi

Sederhana. Hanya untukmu.

Ruteng, 25 November 2017

 

“MENGENALMU TANPA MUSIM

Aku mengenalmu lebih lama dari musim semi

Aku mengenalmu lebih hangat dari mentari

Aku mengenalmu lebih sejuk dari gerimis

Aku mengenalmu lebih kuat dari gugurnya dedaunan

Namamu terjemahan cinta

Sedikit lebih tenang, aku mesti tidak tahu malu

Sebab, aku tanpamu masih saja lembaran gersang

Terima kasih.

Ruteng, 25 November 2017

*)Margareth Febhy Irene, bekerja  di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Santu Paulus Ruteng. Jl, Ahmad Yani No. 10 Tenda Ruteng 86508 Flores-NTT-Indonesia. Aktif dalam mengampuh Komunitas Sastra Hujan Ruteng. Menyukai Traveling, tenun dan secangkir jahe. Mencintai Tuhan, puisi dan dia.

Previous ArticleBKH: Masa Depan Generasi Muda Ada di Tangan Guru
Next Article Pemda TTU Gagal Penuhi Target 500 Pasangan Lomba Dansa

Related Posts

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026

Senja di Atas Batu Sisa

13 April 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.