Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ranperda Ketenagakerjaan TTU Segera Dibahas
Regional NTT

Ranperda Ketenagakerjaan TTU Segera Dibahas

By Redaksi27 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT– Pemerintah daerah bersama DPRD Timor Tengah Utara (TTU)  segera membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang ketenagakerjaan.

Pembahasan Ranperda direncanakan dalam sidang III tentang APBD induk tahun anggaran 2018 yang dilakukan sejak 27 November-13 Desember 2017.

Ranperda ini dianggap pneting guna melindungi hak-hak para pekerja di daerah tersebut.

“Ranperda yang kita ajukan untuk dibahas ini bertujuan agar hak-hak tenaga kerja dapat terlindungi. Namun, tidak mengabaikan hak dari para pemberi tenaga kerja. Jadi, kita berharap agar ranperda ini dapat segera disahkan jadi perda,” jelas Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes saat ditemui VoxNtt.com di gedung DPRD, usai pembukaan sidang III APBD induk tahun anggaran 2018, Senin (27/11/2017).

Baca: Kritik Disbudpar, Bupati TTU Diminta jangan “Cuci Tangan”

Ray menjelaskan, di dalam ranperda tersebut diatur secara keseluruhan hak-hak dari tenaga kerja diluar standar upah minimum kabupaten.

Sementara terkait upah minimum kabupaten, dia (Ray) mengatakan, hal tersebut akan diatur khusus melalui peraturan bupati.

“Upah minimum kabupaten diatur khusus dalam peraturan bupati. Itu kita akan merujuk pada UMR serta UMP. Untuk UMK TTU tahun 2018, akan ditentukan pada bulan Desember nanti,” jelas bakal calon gubernur dari PDIP ini.

Dia juga menegaskan, sampai saat ini, dirinya tetap berkomitmen untuk tidak mencabut moratorium pengiriman tenaga kerja ke luar daerah.

Dan untuk memperkuat komitmennya, Ray tidak memberi izin untuk membuka Perusahaan perektrut tenaga kerja di TTU.

“Kita harus siapkan dulu SDM tenaga kerja kita. Makanya tahun 2018 balai latihan kerja harus dibangun, kalau tidak maka konsekuensinya pimpinan OPD yang bersangkutan akan saya copot,” tegas Ray.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

 

TTU
Previous ArticlePemuda asal Ruteng Ini Akhiri Hidup dengan Bakar Diri
Next Article Mahasiswa STKIP Ruteng Diduga Cabuli Anak, Ini Tanggapan Keprodi

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.