Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Sopir, Petani dan Pelajar Jadi Terduga Pencabulan Gadis 14 Tahun di Sikka
HEADLINE

Sopir, Petani dan Pelajar Jadi Terduga Pencabulan Gadis 14 Tahun di Sikka

By Redaksi29 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para terduga pelaku sedang menjalani pemeriksaan di Polres Sikka pada Rabu (29/11/2017). (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Tujuh lelaki asal Desa Wolokoli, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka diduga mencabuli seorang gadis remaja setempat berinisial HW.

Para pelaku yakni S dan B berprofesi sebagai sopir sementara B dan E adalah petani. Tiga yang lainnya yakni V, M, dan C masih berstatus sebagai pelajar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Polres Sikka, 6 pelaku diduga melakukan pelecehan seksual secara berkali-kali pada Juli 2017 lalu.

Sementara 1 pelaku yakni S diduga memperkosa korban pada 15 November 2017 lalu di samping rumah salah seorang warga di Dusun Gedo, Desa Wolokoli, Kecamatan Bola.

Kejadian tersebut telah dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polsek Bola pada Selasa (28/11/2017). Polsek Bola pun langsung mengamankan pelaku.

Saat ini para pelaku ditahan di ruang tahanan Polres Sikka.

Kapolsek Bola, IPDA Yohanes E.R Bala menerangkan alasan pemindahan tersebut demi keamanan para terlapor.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi peran masing-masing karena 3 di antara pelaku masih di bawah umur. Pelaku dipindahkan untuk mencegah situasi Kamtibmas,” terangnya melalui WA pada Rabu (29/11/2017).

Sementara itu, korban saat ini berada di Rumah Aman Truk-F. Rumah Aman merupakan rumah bagi para perempuan dan anak korban kekerasan yang dikelola oleh Truk F.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Sikka
Previous ArticleAlasan Rafael-Anton Pilih Jalur Perseorangan Pada Pilkada Ende
Next Article Mengapa Moral Buruk Bacagub NTT Penting Dibahas?

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.