Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemkab Matim Akui Dokumen Rencana Pembangunan Jalan Tidak Ada
NTT NEWS

Pemkab Matim Akui Dokumen Rencana Pembangunan Jalan Tidak Ada

By Redaksi30 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Leonardus Santosa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Fraksi Demokrat DPRD Manggarai Timur (Matim) meminta beberapa dokumen kepada pemerintah di kabupaten itu.

Dokumen-dokumen itu sebagai syarat utama kesepakatan Ranperda APBD tahun anggaran 2018 dibahas lebih lanjut atau tidak.

Salah satu dokumen yang diminta Fraksi Demokrat adalah landasan hukum atau rencana umum pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Matim dari tahun 2009 sampai 2018.

Baca: Fraksi Demokrat Matim Ancam Tidak Ikut Lanjutan Pembahasan Ranperda APBD 2018

Namun, Pemkab Matim melalui Dinas PUPR mengaku dokumen rencana induk pembangunan jalan itu tidak ada.

“Sudah ada sebagian dan yang lainnya memang tidak ada. Seperti dokumen rencana induk pembangunan jalan di Matim memang disampaikan langsung oleh Kabid Binamarga memang tidak ada. Tetapi pemerintah berkomitmen untuk buat di tahun 2018 nanti,” jelas Ketua Fraksi Demokrat, Leonardus Santosa kepada VoxNtt.com, Senin (20/11/2017) lalu.

Fraksi Demokrat sendiri berkomitmen tetap mengikuti pembahasan Ranperda tersebut karena pemerintah mengaku dengan jujur dokumen-dokumen yang diminta belum ada.

“Tentu dengan beban yang lebih berat lagi, membahas rencana pembangunan jalan, air minum bersih dan irigasi yang tidak memiliki petunjuk arah atau kompas untuk menentukan prioritas. Hanya mengandalkan di mana yang sudah dibangun berdasarkan data yang ada, untuk menghindari penumpukan atau disparitas antara wilayah,” ujar Leo.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleBawaslu NTT Siap Dalami Dugaan Pelanggaran Panwas Manggarai
Next Article Aksi Korupsi, Gertak Bakar Peti Mati di Mapolres Ende

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.