Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Irigasi di Lamba Taga Diduga Dikerjakan Asal Jadi
Regional NTT

Irigasi di Lamba Taga Diduga Dikerjakan Asal Jadi

By Redaksi3 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saluran irigasi di Lamba-Taga, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai (Foto: Ano Parman/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Saluran irigasi di Lamba-Taga, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai diduga dikerjakan asal jadi.

Padahal, irigasi sepanjang ratusan meter tersebut nantinya akan mengairi puluhan hektar sawah milik petani di lokasi tersebut.

Proyek irigasi itu kabarnya sedang dikerjakan oleh kontraktor asal Kota Ruteng.

Pantauan VoxNtt.com, Minggu (3/12/2017), saluran itu belum tuntas dikerjakan.

Masih ada sekitar belasan meter yang harus dituntaskan.

Terlihat, material untuk kebutuhan belasan meter itu sudah diparkir di samping selokan yang akan dikerjakan.

Tak tahu sampai kapan batas waktunya, sebab tidak ada papan informasi di lokasi tersebut.

VoxNtt.com pun sempat menyusuri saluran itu sampai ke titik nol meter.

Pantauan itu menemukan sekitar belasan meter lantainya sudah rusak.

Bahkan, di beberapa titik, hanya diinjak saja lantainya sudah amblas.

Menurut seorang pekerja yang ditemui di lokasi, kerusakan tersebut disebabkan karena terkikis oleh derasnya air hujan dalam beberapa hari terakhir ini.

“Ini kemarin karena hujan, pada saat campuran kita belum kering betul. Makanya hari ini tadi kami perbaik lagi,” ujarnya.

Namun, seorang pekerja lain yang tak mau disebutkan namanya saat ditemui terpisah mengaku sebaliknya.

Menurutnya, hujan hanya menjadi alasan saja, tapi yang sebenarnya, hal itu disebabkan karena lantai saluran itu dikerjakan asal cepat tanpa memperhatikan kualitas.

“Ada sekitar 17 meter yang tidak ada batu di bawahnya. Itu hanya alas pakai karung lalu di atasnya disiram kerikil pasir. Jadi, jangan heran kalau diinjak saja lantainya sudah hancur,” ujarnya.

Dia juga mengaku bahwa campuran yang digunakan untuk membangun saluran itu bervariasi. Jadi, kualitas tiap bagiannya berbeda-beda.

“Awalnya 1:8, lalu 1:6: pernah juga 1:10 dan terakhir ini kita pakai takaran gerobak. Tiga gerobak besar dicampur dengan satu sak semen,” jelasnya.

Menanggapi kondisi itu, Johan, Warga Taga saat ditemui di sekitar lokasi mengaku kesal dengan hasil kerja tersebut.

Dia kesal lantaran dana ratusan juta yang keluar dari kas daerah tidak sebanding dengan kualitas pekerjaan di lapangan.

Kondisi demikian, kata Johan, membuat warga Taga dirugikan, terutama yang memiliki areal sawah di samping saluran tersebut.

Sebab itu, dia meminta dinas yang memiliki proyek tersebut segera turun ke lokasi guna memeriksa secara utuh hasil pekerjaan itu.

“Untuk bagian-bagian yang rusak, pihak dinas harus suruh lagi kontraktor kerja ulang. Kalau tidak, saluran ini akan hancur bulan ini juga, apalagi bulan ini ke depan hujan terus,” ujarnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, kontraktor dan dinas terkait dengan proyek tersebut belum bisa dikonfirmasi.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleReta Lo’u Dance and Three Sikka War Skills
Next Article Cerpen: Perihal Pulang, Cita dan Cinta

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.