Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Di Atambua Peserta TdT Disambut dengan Ritual Adat
HEADLINE

Di Atambua Peserta TdT Disambut dengan Ritual Adat

By Redaksi9 Desember 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Belu, Wily Lay mengalungi peserta TdT. (Foto: Marcel Manek)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Sebanyak 27 biker peserta Tour de Timor (TdT) tiba di Atambua pukul 16.00 wita, Sabtu, (9/12/2017).

Kedatangan para biker disambut langsung oleh Bupati Belu, Wilibrodus Lay, Kepala Dinas Pariwisata Propinsi NTT Marius Jelamu serta pimpinam OPD di kabupaten Belu.

Tiba di lapangan simpang lima Atambua, para biker TdT disambut dengan tarian Likurasi dan ritual adat Hase Hawaka oleh tua-tua adat dari kampung adat Matabesi.

Usai penyambutan adat, para peserta dikalungi Tais (Selendang) Belu oleh Bupati Belu dan dilanjutkan dengan acara adat Lok Dato yakni suguhan sirih pinang kepada para tamu.

Pantauan VoxNtt.com, suasana kedatangan para biker TdT nampak langgeng dan situasi tidak begitu ramai karena antusiasme masyarakat sangat minim.

Rombongan TdT. (Foto: Marcel Manek)

Hal ini terlihat jumlah dari jumlah penonton yang datang untuk ikut menyambut kedatangan para biker TdT sangat minim.

Yang ada di lokasi penyambutan hanya penyelenggara dan pimpinan OPD yang ada di Belu. Meski sepi penonton, para biker sangat menikmati acara penerimaan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lay.

Salah Satu peserta dari Finlandia, Aleks Nicola ketika ditemui di sela-sela acara penyambutan, kepada wartawan, Aleks mengaku sangat terkesan dengan rute etape I dari Malaka ke Atambua.

Aleks yang mengaku baru pertama kali mengikuti event TdT mengatakan, dirinya sangat terkesan karena masyarakat yang ada di sepanjang jalan sangat ramah.

Selain itu, acara penyambutan secara adat membuat dirinya begitu senang. Ditanya soal kondisi lintasan etape pertama, Aleks mengatakan, secera umum, jalannya bagus walaupun sedikit menentang karena cuaca yang panas dan hujan.

“Saya begitu terkesan karena masyarakatnya ramah. Saya bersama biker lain mengawali etape pertama dari Malaka dan saya sangat senang karena ini pengelaman pertama yang sangat menyenangkan. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan sambutan yang luar biasa kepada kami,” ujar Aleks ketika ditanyai wartawan.

Ditanya soal kesiapan untuk melanjutkan tour, Aleks meyakini dirinya sangat siap untuk bersama rekan-rekannya menyelesaikan sisa etape yang rutenya sudah disiapkan panitia.

Bupati Belu Wily Lai dalam sambutannya mengatakan, kalau bisa event TdT diselenggarakan pada Bulan Oktober sehingga cuacanya tidak mengganggu kegiatannya.

Lay yang mengaku suka bersepeda berencana akan ikut mengantar para buker untuk melanjutkan etape kedua besok, Minggu (10/12/201).

Dirinya mengaku, sangat senang dan mengapresiasi kegiatan TdT. Diakuinya, walaupun masih banyak kekurangan, namun ke depan, kemasan event TdT akan terus diperbaiki.

“Terima kasih kepasa Dinas Pariwisata dan Kementerian Pariwisata serta semua pihak yang ikut mendukung terselenggaranya TdT. Besok saya akan bersama belasan pesepeda akan antar peserta TdT,” ujar Wily.

Menurut rencana, para biker TdT akan melanjutkan etape kedua pada besok pagi, dimana rombongan akan menuju ke Motaain dan dari Motaain peserta akan menempuh jalaur pantai utara, melalui Wini dan ke Kefamenanu.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni Jehadin

 

 

Belu
Previous ArticlePolisi Aniaya Aktivis PMKRI, Kapolres Manggarai Minta Maaf
Next Article Kontraktor Didesak Perbaiki Drainase di Kusu-Pong Lao

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.