Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kapolda NTT Harus Dicopot
NTT NEWS

Kapolda NTT Harus Dicopot

By Redaksi24 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso (Foto: Ist-)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus mendesak Kapolri mencopot Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso.

Desakan itu muncul karena sampai sekarang Polda NTT tak kunjung menetapkan Aldo Febrianto dan Komang Suita sebagai tersangka dugaan pemerasan atas Direktur PT MMI, Yus Mahu.

“Jika sampai awal tahun 2018 Aldo Febrianto dan Komang Suita belum menjadi tersangka, maka Kapolda NTT harus dicopot karena dianggap tidak mampu melakukan pembenahan terhadap profesionalime dan disiplin aparatnya serta salah satu tugas utama Polri yaitu penegakan hukum,” katanya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (23/12/2017).

Kapolda NTT, kata Salestinus, seharusnya mengubah secara total model pelayanan hukum yang buruk oleh Polda NTT selama ini, termasuk praktek pemerasan di kalangan anggotanya.

“Masyarakat NTT sudah lelah bahkan menjadi trauma ketika berurusan dengan Polisi karena terkadang masyarakat hanya melaporkan seekor ayam hilang dicuri namun untuk mendapatkan keadilan atas pencurian seekor ayam, masyarakat harus kehilangan seekor sapi dan bahasa demikian masih terngiang-ngiang terus di telinga publik NTT,” ujarnya.

Karena itu, dia mendesak Kapolda NTT segera memberi tindakan kepolisian terhadap Aldo Febrianto dan Komang Suita. Sebab, perilaku kedua anggota Polri itu melanggar hukum dan seolah-olah tidak ada lagi atasan yang disegani.

“Apakah tindakan yang terlalu berani ini adalah akibat dari Kapolres Marselis Karong Sarmin lebih sibuk dalam kegiatan politik praktis sehingga kontrol terhadap anggotanya menjadi longgar atau ini bagian dari penugasan atasan kepada bawahan untuk mencari rezeki tambahan,” tanya Salestinus.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleNatal Jadi Momentum untuk Kuduskan Keluarga
Next Article Mabes Polri Kembali Didesak Ambil Alih Kasus Aldo Febrianto

Related Posts

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.