Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kualitas Proyek Jalan dan Drainase Aegela-Danga Senilai Rp 33 Miliar Memprihatinkan
HEADLINE

Kualitas Proyek Jalan dan Drainase Aegela-Danga Senilai Rp 33 Miliar Memprihatinkan

By Redaksi3 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inilah kondisi proyek jalan Aegela-Danga yang tidak dipasang drainase (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT-Proyek pengerjaan ruas jalan Aegela-Danga sepanjang 4,5 kilometer telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan papan informasi yang diamati, proyek menggunakan APBN murni senilai Rp 33.467.999.000 berakhir pada 14 Desember 2017.

Proyek yang dilaksanakan kurang lebih 9 bulan itu memprihatinkan dimana hotmix hingga drainase dianggap kerja asal-asalan.

Berdasarkan pengamatan VoxNtt.com pada Rabu (03/01/2018), beberapa titik hotmix nampak gelembung dan kasar. Hal ini diamati di wilayah Desa Labolewa dan sekitarnya.

Begitu pula di perkampungan Nebe, Kecamatan Aesesa yang terasa gelembung saat berada diatas kendaraan. Belum terhitung hotmix pada beberapa titik di wilayah itu yang cukup kasar.

Masyarakat setempat berharap agar PT. Surya Agung Kencana memperbaiki beberapa titik yang dianggap tak berkualitas. Himbauan warga bermaksud agar jalur jalan tersebut bertahan lama.

“Ya, saya memang pernah lihat ada yang kasar sekali. Gelombang juga. Kalau bisa diperbaiki supaya pakai lama,” kata seorang warga yang enggan menyebutkan namanya saat ditanya media ini.

Selain jalan, beberapa drainase tak dikerjakan secara maksimal. Ada pula sejumlah titik penutup drainase yang tidak dipasangan.

Bahkan lebih parah lagi, pada wilayah tertentu drainase tidak dikerjakan sedikitpun. Sehingga saat hujan, air meluber hingga ke badan jalan.

Diamati, proyek pengerjaan jalan tersebut sudah tidak ada aktivitas lagi. Hanya beberapa pekerja sedang memasang guard rail atau pagar pengaman jalan.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende Nagekeo
Previous ArticleWakapolres TTU dan Kasat Lantas Resmi Diganti
Next Article Korban yang Hilang di Perairan Cepi Watu Sulit Ditemukan

Related Posts

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026
Terkini

Kerajaan dan Keadilan yang Dibangun dalam Roh vs Yang Dibangun dalam Nafsu

19 Juli 2026

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.