Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tumor di Batang Hidung, Gadis Ini Butuh Bantuan Pengobatan
NTT NEWS

Tumor di Batang Hidung, Gadis Ini Butuh Bantuan Pengobatan

By Redaksi3 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anastasia Ninda, warga Kampung Bere, Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai yang didiagnois mengidap tumor di batang hidung selama 6 tahun (Foto: Floresa.co)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT– Anastasia, gadis asal Kampung Bere, Desa Liang Bua, Kabupten Manggarai membutuhkan uluran tangan Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk pengobatan sakit yang dideritanya.

“Keluarga sangat berharap ada bantuan Pemkab Manggarai,” kata Nani Suwardi mewakili keluarga Anastasia.

Gadis berusia 24 tahun ini didiagnosis menderita tumor di batang hidungnya sejak enam tahun terakhir. Akibatnya putri dari pasangan Gaspar  Kondo (alm) dan Lusia Banut kesulitan bernafas.

Di tengah kondisinya yang kritis, keluarga saat ini mengalami kendala biaya pengobatan untuk menyembuhkan penyakit itu.

Lusia Banut, sang ibu mengatakan putrinya itu mulai merasa sakit sejak tahun 2011 silam. Awalnya Anastasia mengeluh sakit di hidungnya. Kemudian timbul benjolan yang menyebabkan bagian hidungnya miring.

Setelah diperiksa ke dokter, lanjut ibu Lusia, ternyata anaknya menderita tumor.

Lusia mengatakan sudah berusaha semampunya untuk mengobati putrinya itu, termasuk menjalani pengobatan alternatif.

Setelah berkonsultasi dengan doker di Rumah Sakit Umum Daerah Ben Mboi, Ruteng disarankan untuk menjalani perawatan.

“Tapi kami tidak punya uang untuk bayar rumah sakit,” katanya.

Kontributor: WL

Editor: Irvan K

Kota Kupang
Previous ArticleUsung Spirit Kebhinekaan, Simak Cara Paket Harmoni Mendaftar
Next Article Sebelum Meninggal, Pasien Kanker Ini Menikah di Rumah Sakit

Related Posts

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.