Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Anggota PMKRI Ruteng Dipukul Polisi Diduga Tanpa Sebab
HEADLINE

Anggota PMKRI Ruteng Dipukul Polisi Diduga Tanpa Sebab

By Redaksi7 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Beberapa anggota PMKRI Ruteng yang menjadi korban pemukulan sedang diperiksa di Polres Manggarai (Foto: Dok. PMKRI Ruteng)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kisah pilu pada 9 Desember 2017 lalu masih terngiang dalam ingatan publik.

Kala itu, sejumlah aktivis PMKRI Ruteng dipukul, dicekik, dan ditendang oleh beberapa oknum polisi dari Polres Manggarai saat menggelar aksi damai dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia. Kejadiannya berlangsung di depan Kantor Mapolres Manggarai.

Hingga kini tindakan represif aparat keamanan itu seakan belum pergi dari pikiran aktivis PMKRI Ruteng. Beberapa orang korban masih merasa tersakiti. Apalagi penanganannya belum jelas oleh pihak Polres Manggarai.

Baca: Demo di Ruteng, Polisi Pukul Aktivis PMKRI dan Ancam Patah Batang Leher

Pada Minggu, 7 Januari 2018 sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, tindakan represif oknum polisi dari Polres Manggarai kembali menyasar kepada beberapa anggota PMKRI Ruteng.

Ketua Presidium PMKRI Ruteng, Dionisius Upartus Agat mengatakan akibat dipukul polisi, salah seorang anggotannya mengalami luka lebam di bagian wajah.

Agat mengisahkan, Minggu dini hari empat orang anggota PMKRI Cabang Ruteng pulang dari Margasiswa. Sesampainya di depan Agen Gunung Mas terjadi tindakan kekerasan oleh oknum polisi dari polres Manggarai.

Kejadian bermula ketika empat orang anggota PMKRI Ruteng, berjalan pulang ke kos yang berlokasi di Tenda-Ruteng.

Tiba-tiba dua orang polisi langsung turun dari mobil. Salah satu dari mereka memegang kerah baju, memukul, dan menjatuhkan salah satu anggota PMKRI ke aspal jalan tanpa menanyakan terlebih dahulu.

Setelah itu dua orang polisi tersebut langsung berkata “kamu yang teriak tadi” dengam suara membentak. Salah seorang anggota PMKRI menjawab “tidak”.

Setelah itu, salah seorang anggota PMKRI langsung lari ke Margasiswa yang berlokasi di belakang Gereja Katerdral Lama untuk melaporkan kejadian tersebut kepada teman-temannya.

Di saat yang sama, sebagian besar anggota PMKRI yang masih berada di Margasiswa keluar jalan.

Mobil polisi yang diduga membawa salah satu anggota PMKRI sempat berhenti di dekat Margasiswa. Saat didekati anggota PMKRI lainnya, mobil tersebut jalan kembali.

Selanjutnya, sebagian anggota PMKRI langsung mendatangi Polres Manggarai untuk mengadukan kejadian tersebut.

Baca: Aktivis PMKRI Dipukul, Polres Manggarai Langgar Perkap

“Kejadian ini harus diperjelas dan dipertanggungjawabkan pihak berwajib. Jangan sampai terulang di tempat lain. Ini tindakan represif,” ujar Agat.

Menurut dia, saat pemeriksaan pihak Polres Manggarai sudah mengakui bahwa benar pelaku pemukulan adalah anggota polisi.

Hingga kini, beberapa anggota PMKRI sudah divisum di RSUD dr Ben Mboy Ruteng.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda Daniel Djihu belum merespon konfirmasi VoxNtt.com saat dihubungi melalui pesan WhatsApp-nya.

 

 

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleDi Balik Lambatnya ‘Wasiat Hambalang’ untuk Pilkada Sikka
Next Article Romo Rikar Jehaut Pimpin STIPAS Ruteng

Related Posts

Dua Rumah di Reok Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

2 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.