Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Cara Bulog Atambua Kendalikan Harga Pasar
Regional NTT

Cara Bulog Atambua Kendalikan Harga Pasar

By Redaksi17 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Bulog Atambua, Simon Lakapu (Foto:Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT– Bulog Atambua terus melakukan upaya demi menjaga kestabilan harga di pasaran.

Upaya yang dilakukan Bulog Atambua berupa Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) yang dilakukan secara rutin dan Operasi Pasar (OP)  di wilayah kerja Bulog Atambua yang meliputi kabupaten Belu, Malaka dan TTU.

Untuk kegiatan Operasi Pasar, Bulog Atambua sudah berhasil menjual 200 ton beras sepanjang Desember hingga Januari dengan harga 8.100  sesuai sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri.

Dengan harga jual tersebut, distributor hanya diijinkan untuk menjual beras ke konsumen dengan kisaran harga  Rp.8.500 hingga Rp. 9.800.

Simon Lakapu, Kepala Bulog Atambua kepada awak media di ruang kerjanya Selasa, (16/1/2018) menyatakan optimis, Bulog dapat menjamin pemenuhan kebutuhan  pangan bagi masyarakat baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Selain dua program tersebut, di tahun 2018 Bulog Atambua tetap akan  menyediakan stok pangan khususnya beras untuk program bansos rastra di tiga kabupaten.

Namun, diakuinya untuk jatah rastra tahun 2018 kuotanya dikurangi 5 kg tiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dimana pada tahun 2017 setiap KPM mendapat 15 kg per bulan. Artinya di tahun 2018, setiap KPM hanya mendapat 10 kg per bulan.

Untuk program rastra, papar Simon, terdapat 49.943 KPM yang tersebar di kabupaten Belu, Malaka  dan TTU.
Untuk program Rasrta, distribusi akan mulai dilakukan paling lambat pada awal atau pertengah bulan Februari 2018.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga kabupaten, stock yang tersedia di Bulog Atambua masih cukup dimama masih tersedia 3 ribu ton beras dan 260 ton gula pasir.

“Stock beras kita ada tiga ribu ton yang siap didistribusikan untuk kebutuhan program raskin, rastra dan kebutuhan lain. Untuk sementara, dua ribu  ton masih dibongkar di pelabuhan Atapupu” jelas Simon.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu
Previous ArticleSatgas Yonif Raider 712 Musnahkan Ribuan Liter Miras dan BBM di Belu
Next Article Kader NasDem Ini Ajak Warga Ngada Pilih Laiskodat- Nae Soi

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.