Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»BPBD Ende: Bencana Terbanyak di Wilayah Utara
Regional NTT

BPBD Ende: Bencana Terbanyak di Wilayah Utara

By Redaksi19 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Longsor terjadi di wilayah Utara Kabupaten Ende, NTT (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende, Nusa Tenggara Timur, mencatat ada empat titik bencana alam tanah longsor dan dua titik abrasi pantai sejak awal Januari tahun ini. Bencana dipicu hujan deras yang mengguyur di wilayah Ende.

Kepala Dinas BPBD Kabupaten Ende, Albert Yani membeberkan jumlah titik longsor terbanyak. Disebut Yani, wilayah Utara Flores adalah kawasan bencana terbanyak.

“Memang disana (Utara Flores, red) agak sedikit rawan. Laporan yang kita terima ada empat titik bencana di sana,”ucap Yani di Ende, Jumat siang (19/01/2018).

Ia menjelaskan, wilayah Wewaria, Tanali, Paupanda di Kecamatan Wewaria dan wilayah Ropa Kecamatan Maurole merupakan kawasan rawan longsor setiap musim hujan.

Rata-rata longsor bermuara ke badan jalan hingga mengganggu akses transportasi darat.

“Ya, pernah macet juga. Tapi sekarang sudah normal. Kita kerja sama dengan Dinas PUPR untuk bersih jalan,”kata dia.

Sementara dua titik lainnya, jelas Yani, terjadi di Warukesu, Kelurahan Ndorurea, Kecamatan Nangpanda. Dua rumah warga terancam ambruk akibat abrasi pantai.

“Kalau di Nangapanda kita belum tangani. Kita upaya waktu dekat ini,” ungkap Yani.

“Semua tidak ada korban jiwa. Ya, kita belum hitung kerugiannya,”tambah dia.

Camat Maurole, Lenon Fransiskus membenarkan terjadi bencana di Ropa. Longsor menghantam badan jalan hingga ambruk.

“Jalan alternatif tetap disitu sebelah bawah jalan. Kita tetap upaya untuk akses transportasi. Saya gerakan masyarakat untuk bangun jalan alternatif itu,” katanya saat ditemui di Ende, Jumat siang.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticlePanwaslu Manggarai Ajak Masyarakat Awasi Mutarli
Next Article Tiga Tahun Petani di Golo Lalong Krisis Pupuk

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026
Terkini

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.