Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tiga Tahun Petani di Golo Lalong Krisis Pupuk
Regional NTT

Tiga Tahun Petani di Golo Lalong Krisis Pupuk

By Redaksi19 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi pupuk
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Petani di Desa Golo Lalong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sudah tiga tahun terakhir mengalami kelangkaan pupuk.

Selain krisis pupuk, harga pupuk subsidi juga dinilai di atas harga sebenarnya. Pupuk jenis Urea dan SP diperoleh dengan harga Rp 250.000.

Sementara harga eceran tertinggi untuk jenis pupuk Urea per sak itu sebesar Rp 90 ribu dan SP seharga Rp 100 ribu.

Ketua kelompok tani Sepakat Desa Golo Lalong, Frans Lehot kepada VoxNtt.com, Jumat (19/01/2018), membenarkan krisis pupuk selama tiga tahun tersebut.

Kata dia, stok terbatas sementaraa kebutuhan pupuk untuk pertanian sawah terus meningkat.

“Musim menanam sudah mulai, malah petani menjadi sulit mendapatkan pupuk. Alhasil padi di sawah cenderung mengalami kondisi kurang subur. Hasil panen pun kurang maksimal,” ungkap Frans.

Dia sangat berharap, Pemkab Matim melalui dinas terkait bisa mengetahui kondisi yang dialami petani di Desa Golo Lalong itu.

“Kami sangat berharap ada perhatian pemerintah untuk nasib petani di sini. Pupuk itu sangat dibutuhkan kami petani. Kalau hasil panen kami kurang, kami mau makan apa. Ini mesti cepat ditanggapi biar ada solusinya,” ungkapnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleBPBD Ende: Bencana Terbanyak di Wilayah Utara
Next Article Kesan untuk Marselis, Bupati Deno: Kami Berdua Pernah Duduk di Trotoar

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.