Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dua Titik Jalan di Aesesa Terancam Putus
Regional NTT

Dua Titik Jalan di Aesesa Terancam Putus

By Redaksi19 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Deker di jalur Pumakeke tampak sudah jebol
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Dua titik ruas jalan di wilayah Desa Aeramo dan Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo terancam putus.

Akses menuju Pelabuhan Marapokot yang sudah bulan lalu jebol itu, hingga kini belum ada upaya perbaikan dari instasi terkait.

Disaksikan VoxNtt.com, Jumat (19/01/2018), dua titik ruas jalan yang terancam putus yakni deker di wilayah Desa Aeramo tepatnya di jalur SDI Pomakeke. Deker tersebut telah jebol.

Kendaraan roda enam hingga kini tidak bisa melintasi di titik yang jebol.

Deker tersebut hanya dipasang rambu-rambu dari daun kelapa oleh warga. Daun kelapa itu sengaja ditanam di titik kerusakan agar pengendara ekstra hati-hati saat melintas.

Sama hal juga deker di wilayah samping mesjid desa Nangadhero. Deker tersebut sebagian besar telah jebol. Lubang tampak masih menganga di tengah jalan.

Aris, salah satu warga Aeramo yang ditemui VoxNtt.com mengatakan, bila kedua deker ini tidak segera diperbaiki, maka akses transportasi menuju dua desa itu terganggu.

Sebab, ruang jalan ini merupakan satu-satunya akses menuju Pelabuhan Marapokot dan juga ke persawahan warga.

Karena itu, Aris meminta agar pemerintah bisa segera melakukan perbaikan kedua deker itu.

“Kalau tidak segera tangani bisa lumpuh total aktivitas warga dan bisa menelan korban jiwa,” ujarnya.‎

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleJalan Watu Ci’e-Deno Nyaris Putus, Pemkab Matim Dinilai Tidak Peka
Next Article Sapi Berkeliaran di Perkantoran Pemkab Nagekeo

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.