Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Nelayan yang Diduga Diterkam Buaya di Pantai Wini TTU Belum Ditemukan
NTT NEWS

Nelayan yang Diduga Diterkam Buaya di Pantai Wini TTU Belum Ditemukan

By Redaksi23 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi manusia diterkam buaya (Foto: Ist-)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Abia Sala Dopong alias Beri (26), nelayan asal Kabupaten alor yang hilang diduga diterkam buaya di Pantai Wini, Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten TTU pada Minggu, 21 Januari 2018 sekitar pukul 22.30 Wita hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Pihak Kepolisian Sektor Insana Utara yang dibantu oleh Basarnas Kupang dan warga setempat yang melakukan pencarian sejak malam kejadian, hingga kini pun hanya berhasil menemukan senter milik korban.

“Kita sudah berupaya melakukan pencarian sejak tadi malam dibantu oleh Basarnas Kupang dan juga masyarakat tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Kapolsek Insana Utara, Ipda Warsito saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon, Senin (22/01/2018) sore.

Baca: Nelayan Asal Alor Diduga Diterkam Buaya di Pantai Wini TTU

Ipda Warsito menjelaskan, dalam melakukan pencarian korban pihaknya menurunkan kekuatan penuh. Sebanyak 18 anggota termasuk dirinya dan juga dibantu oleh 3 anggota Basarnas, serta masyarakat setempat.

Saat melakukan pencarian terhadap korban, jelas Warsito, pihaknya hanya melakukan penyisiran tanpa menyelam masuk ke dasar laut.

Hal tersebut untuk menjaga agar tidak ada korban yang jatuh lagi lantaran diterkam buaya.

“Kita dalam pencarian hanya melakukan penyisiran saja tidak berani menyelam karena ini kita berhadapan dengan binatang, kita juga hanya akan lakukan pencarian siang hari menjaga agar jangan sampai ada korban lagi,” katanya.

Warsito mengaku saat melakukan pencarian pada malam kejadian, pihaknya sempat melihat kemunculan buaya yang diduga memangsa korban.

Namun setelah itu hingga saat ini buaya tersebut tak pernah muncul lagi.

“Buaya itu tadi malam kita sempat lihat karena senter kena di mata buaya itu, tapi setelah itu menghilang dan sampai sekarang tidak muncul lagi,” jelas Ipda Warsito saat ditanyai terkait keberadaan buaya yang diduga menerkam nelayan asal Kabupaten Alor tersebut .

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleSetahun Endap di Kejari Mabar, Kasus Raskin Golo Lajang Masih Buram
Next Article Kerjakan Jembatan, Warga Tiga Desa Ucapkan Terima Kasih untuk Bupati Elias Djo

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.