Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Soal Korupsi di Matim, John Nahas vs Niko Martin Saling Serang
HEADLINE

Soal Korupsi di Matim, John Nahas vs Niko Martin Saling Serang

By Redaksi24 Januari 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
John Nahas dan Niko Martin
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Ketua DPD II Golkar Manggarai Timur (Matim), Flores, NTT, John Nahas menanggapi komentar Niko Martin, di media sosial (Facebook)  yang menyebut Golkar Matim turut mendukung korupsi di daerah itu.

Nahas menegaskan tudingan Niko di media sosial facebook salah alamat.

“Komentar yang dilontarkan seseorang dengan menyebut identitas diri di akun facebook, Niko Martin itu tidak paham dengan konteks pemberitaan” tulis Nahas dalam rilis yang terima VoxNtt.com, Rabu (24/01/2018).

Nahas menegaskan, sebaiknya Niko Martin memahami dulu makna keseluruhan berita yang dimuat VoxNtt.com dengan judul “John Nahas: Banyak Pejabat di Matim Masuk Penjara karena Pemimpinya Tidak Becus”. 

“Pernyataan saya itu untuk keseluruhan kondisi real di Manggarai Timur bukan menuduh seseorang. Jadi saya minta Niko Martin untuk meralat kembali pernyataan itu di media sosial facebook. Sebelum memberikan komentar di media sosial facebook, Niko Martin harus membaca keseluruhan berita dengan baik dan jangan mencernanya sepotong-potong,” ungkap Nahas.

Mantan ketua DPRD Matim ini juga menantang Niko untuk berani memberikan tanggapan balik di media bukan di facebook.

“Itu baru namanya berani. Jangan hanya berani memberikan komentar di media sosial yang sepotong-potong. Itu juga namanya tidak bertanggungjawab. Berkomentar di media sosial facebook sebagai tanda seseorang penakut,”
demikian Nahas menegaskan.

Nahas menyebut pernyataan itu disampaikan guna mengevaluasi kepemimpinan di Manggarai Timur yang akan berakhir. Menurutnya, evaluasi ini sangat penting agar tidak terjadi lagi ke depannya.

Screenshoot komentar Niko Martin

“Saya sebagai Ketua Partai Golkar Manggarai Timur berhak mengevaluasi kepemimpinan di masa akhir jabatan, walaupun Partai Golkar yang mengusungnya. Jadi kepemimpinan di Manggarai Timur sudah menjadi tanggungjawab semua rakyat termasuk saudara Niko Martin untuk berani mengevaluasinya bukan hanya berani memberikan komentar di media sosial. Jadi tugas kita untuk mengevaluasi kepemimpinan di Manggarai Timur bukan hanya berani berkomentar saja” tegas Nahas.

Sebelumnya Niko Martin yang juga kader PDIP Matim secara blak-blakan menyebut Nahas dan partainya (Golkar, red) turut mendukung korupsi di daerah itu.

“Sdh tdk becus tapi kemarin kok mati2an didukung sm Golkar Matim..itu artinya pa bersm golkar matim dukung berbagai korupsi dimatim dan turut bertanggungjwb dng nasib pns yg dipenjara bahkan hrs dipecat dr pns” tulis Niko dalam screenshoot yang diterima media ini.

 

Tanggapan Niko Martin

Sementara Niko Martin yang dihubungi media ini, Rabu (24/01/2018) pagi menyebut tanggapan Nahas sebagai sesuatu yang lumrah.

“Saya tidak terganggu dengan tanggapan ini” tegasnya.

Niko menyebut masyarakat sudah menangkap apa yang dimaksud Nahas dalam pernyataan itu.

“Ini barang jangan menelanjangi diri. Saya pikir masyarakat Manggarai Timur sudah tahu lah,” pungkasnya.

Sebaliknya Niko menyarankan agar jangan memanfaatkan momentum politik untuk membalikan pikiran yang sudah salah sebelumnya.

Niko juga meminta John Nahas sebagai salah satu ketua tim sukses untuk menjual program kepada rakyat pemilih.

“Saya pikir kalau pa John itu seorang ketua DPD Golkar yang hebat, ketua tim sukses juga, ya jual program. Itu jauh lebih elegan supaya jangan pilih kucing dalam karung. Bukan dia menelanjangi orang-orang, menilai kinerja pemerintah sekarang itu tidak becus. Pemerintah yang ada sekarang itu buah karya dia juga. Dia dulu yang usung, jangan berkelit ” pungkas Niko.

Menurut Niko kalau Nahas ingin ada yang perlu dievaluasi maka inilah saatnya ditunjukan lewat program dan kebijakan paket yang mereka usung.

“Tidak perlu tanggapi saya, masa seperti itu, lucu sekali” kata Niko sambil tertawa.

Niko menambahkan kalau soal evaluasi pemerintah, dirinya sudah menjalankan itu dari dulu bahkan sejak awal pemerintah terbentuk.

“Kalau saya dari dulu pak. Sorry, pa John jangan berbohong lah. Pa John dari dulu kok ngumpet dia. Kalau saya sudah dari dulu dan semua media tahu itu,” tegas Niko.

Penulis: Irvan K

Kota Kupang
Previous ArticleDPRD Matim Dorong Agar Gaji Bosda Diterima di Setiap Ibu Kota Kecamatan
Next Article Gerebek Tempat Sabung Ayam di Nagekeo: Polisi Bawa Ayamnya, Pelaku Tidak Diamankan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.